Lombok Timur, PorosLombok.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) makin tancap gas memajukan sektor pertanian sebagai penggerak utama ekonomi rakyat.
Salah satu program andalan yang tengah digenjot adalah Ganang Grape Belanting, yang dikembangkan oleh Yayasan Baitul Mall Brilian di Desa Belanting, Kecamatan Sambelia. Program ini menggandeng CSR Brilian di bawah binaan Ustaz M. Shahidul Wathan.
“Alhamdulillah, baru enam bulan berjalan, kami sudah panen 60 kwintal,” ujar Staf Khusus Bupati Lotim Bidang Investasi dan Hubungan Internasional, Ustaz Zamroni, Selasa (29/4).

Dari 20 unit greenhouse ukuran 5×7 meter, mampu diproduksi sekitar 1.200 kilogram anggur per tahun.
“Kalau kita bangun 1.000 unit, omzetnya bisa tembus Rp60 sampai Rp80 miliar. Ini potensi besar,” tegasnya.
Tak cuma soal panen, program ini juga membawa misi sosial. Para petani penggarap adalah mustahik penerima zakat, yang ditargetkan naik kelas menjadi muzakki alias pemberi zakat.
“Kita ingin mereka mandiri secara ekonomi,” ucap Zamroni.
Pemkab Lotim menargetkan tambahan 100 unit greenhouse dengan kebutuhan dana sekitar Rp1,5 miliar. Dana ini ditarget dari investor asing, termasuk dari Arab Saudi.
“Kami sedang intens menjajaki komunikasi. Kalau ini berhasil, ratusan bahkan ribuan investor bisa datang ke Lotim,” katanya optimis.
Program ini mengusung konsep terintegrasi, dari hulu ke hilir: budidaya, pembiayaan, pelatihan digital, pengemasan, pemasaran, hingga ekspor.
“Satu greenhouse bisa menyerap 3 sampai 4 tenaga kerja. Kalau ada 1.000 unit, ada 4.000 lapangan kerja tercipta,” bebernya.
Pemkab juga telah menggandeng 34 pasar tradisional untuk menyerap hasil panen. Petani tak hanya disuruh tanam, tapi juga didampingi sampai ke pasar.
“Market-nya kita siapkan,” ujar Zamroni.
Tak hanya dijual segar, anggur juga bisa diolah menjadi jamu, media edukasi, bahkan jadi daya tarik wisata. Belanting disiapkan sebagai pusat pelatihan digital anggur berbasis HP dan komputer.
“Satu titik bisa latih 100 orang. Biayanya cuma Rp100 ribu per orang. Ini benar-benar gerakan ekonomi rakyat,” jelasnya.
Zamroni juga mengapresiasi peran Baznas Lotim yang mendukung penuh program ini, khususnya dalam pembinaan mustahik.
“Sinergi zakat dan investasi seperti ini harus terus dikembangkan,” tandasnya.
Tanaman anggur dari proyek percontohan kini sudah memasuki masa panen. Pemkab Lotim pun siap melaunching secara resmi program ini.
“Soal perizinan, karantina, dan distribusi harus lancar. Jangan ada yang kerja setengah hati,” tegas Zamroni.
Ia optimistis, 2025 bakal jadi momentum kebangkitan investasi pertanian di Lombok Timur. Dan anggur, akan jadi pintu pembukanya.
(arul/poroslombok)
















Alhamdulillah. Semoga terlaksana.
Kami petani anggur belanting.siap menerima
Siap dari segala hal