Swadaya Rp2.000 Per Hari, Warga Otak Desa Sukses Kurban Tiga Sapi

Melalui swadaya Rp2.000 per hari, 52 KK di Otak Desa Dusun Loyok, Lombok Timur sukses kurban 3 ekor sapi. Metode gotong royong ini berhasil tingkatkan jumlah hewan kurban hingga 100 persen.

PorosLombok.com – Puluhan warga Otak Desa Dusun Loyok, Kecamatan Sikur, Lombok Timur berhasil menyembelih tiga ekor sapi kurban hasil tabungan mandiri seharga jutaan rupiah.

Sistem pendanaan kreatif kelompok ini ampuh memecah masalah ekonomi tahunan yang biasa membelenggu masyarakat kecil. Pola gotong royong tersebut memicu kemandirian pangan tanpa pasokan modal dari pihak luar.

“Kurban gotong royong ini sudah dua tahun berjalan,” ujar Ketua Panitia Kurban Marja, Sabtu (30/5/2026).

Marja menjelaskan bahwa konsistensi menjadi kunci utama keberhasilan program pengadaan hewan ternak berkala tersebut. Manajemen keuangan yang terbuka membuat tingkat kepercayaan konstituen lingkar sosial terjaga rapi.

Sebanyak 52 kepala keluarga berkomitmen menyisihkan uang tunai secara tertib demi mencapai target pembelian modal utama. Koordinator lapangan memungut dana segar tersebut dari rumah ke rumah setiap malam.

“Warga mengeluarkan sama-sama dua ribu rupiah per hari selama satu tahun,” katanya.

Ia mengonfirmasi bahwa jumlah hewan yang terkumpul musim ini meningkat seratus persen daripada periode sebelumnya. Distribusi logistik daging langsung menyasar ratusan kepala keluarga miskin di area pelosok.

Langkah taktis sub-sektor pedesaan ini memicu ketertarikan dari pengurus wilayah lain untuk mereplikasi metode serupa. Pendekatan sosiologis ini efektif mengikis tradisi konsumtif yang merugikan finansial warga.

“Mudahan ini memotivasi seluruh gubuk yang ada di Desa Loyok,” ujarnya.

Tokoh pemuda setempat menilai gerakan swadaya ini berhasil menghidupkan kembali roh kesetiakawanan sosial yang mulai pudar akibat disrupsi modernisasi. Sektor peternakan lokal juga kecipratan untung besar dari transaksi tunai ini.

Panitia kini membuka merintis kerja sama baru dengan lembaga keuangan mikro untuk mengamankan aset tabungan periode berikutnya. Optimalisasi target terus dipacu agar volume pemotongan daging meningkat tajam.

“Supaya kita bisa membeli lebih banyak sapi tahun depan,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU