Pangdam IX/Udayana Turun Sawah di Lotim, Bulog Borong Gabah, Petani Senyum Lebar

Lombok Timur, PorosLombok.com – Aksi Mayjen TNI Piek Budyakto bikin geger sawah di Desa Terara, Lombok Timur. Pangdam IX/Udayana itu tak cuma datang pakai seragam loreng, tapi langsung naik mesin Combine Harvester, ikut panen padi bareng petani. Kamis (01/05).

Tak main-main, gabah hasil panen dari lahan Kelompok Tani Sukadamai 2 dan Kautan Undur 2 langsung disikat habis oleh Bulog. Harganya pun mantap: Rp6.500 per kilogram. Totalnya? Tembus 9,5 ton.

“Ini bentuk nyata TNI hadir di tengah rakyat. Bukan cuma jaga negara, tapi juga jaga perut rakyat,” tegas Pangdam.

Didampingi Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin dan Danrem 162/WB Brigjen TNI Sjasul Arif, jenderal bintang dua itu menyentil soal pentingnya sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan.

Pangdam juga mengungkap kabar gembira: Indonesia kini sudah bisa produksi sendiri amonium nitrat—bahan utama pupuk. Artinya, tak ada alasan lagi petani kesulitan pupuk. Kodam, katanya, siap menyuarakan kebutuhan petani langsung ke Kementerian Pertahanan.

“Kami bukan cuma tentara di medan tempur. Di medan sawah pun, kami siap bantu,” katanya.

Tak hanya panen, Pangdam juga menyoroti minimnya fasilitas penyimpanan hasil panen di desa. Ia mendorong pembangunan gudang darurat sebagai tameng saat harga gabah jatuh.

Sementara itu, Bupati H. Iron – sapaan akrab H. Haerul Warisin – buka suara soal tantangan petani di Lotim. Ia menyebut rata-rata petani hanya punya lahan 0,1 hektare. Tapi semangat dan produktivitas mereka luar biasa.

“Kuncinya ada pada embung, alsintan, dan kemitraan dengan swasta. Tapi kami masih butuh perhatian pusat, terutama soal pupuk untuk tembakau,” ujar Bupati.

Tembakau, menurutnya, bukan komoditas biasa. Di Lotim, tembakau adalah sumber nafkah ribuan keluarga.

Dengan semangat sinergi tiga pilar—TNI, Polri, dan Pemda—Pangdam IX/Udayana menggariskan komitmen: petani tak boleh dibiarkan berjuang sendiri.

“Petani kuat, negara pasti kuat!” tegas Pangdam, disambut sorak petani yang harinya makin lengkap: panen berhasil, gabah diborong, dan tentara ikut turun tangan.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU