Lombok Timur, PorosLombok.com – Kasus penemuan bayi di toilet Puskesmas Selong beberapa waktu lalu langsung membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Timur bergerak cepat.
Dinkes telah menggelar diskusi dengan sejumlah petugas Puskesmas untuk membahas peningkatan pengawasan dan pelayanan. Langkah ini diambil agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kejadian itu membuat kami mengambil pembelajaran agar lebih berhati-hati dan lebih memperhatikan lagi terhadap siapapun yang berkunjung ke Puskesmas agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Dr. H. Fathurrahman kepada media ini di Lobby Kantor Bupati, Selasa (6/5).
Menurut Pathurrahman, petugas front office dan perawat harus memberikan pelayanan maksimal, terutama kepada pasien yang hendak berobat. Pengawasan, kata dia, tak hanya difokuskan pada pasien, tapi juga terhadap siapa saja yang datang ke Puskesmas.
Dinkes juga akan mengevaluasi pemanfaatan CCTV yang telah terpasang di setiap Puskesmas.
“Kedepannya tentu keberadaan CCTV juga akan menjadi perhatian kita,” tegasnya.
Pathurrahman menegaskan pihaknya kerap membangun komunikasi dengan tenaga kesehatan agar lebih ketat dalam mengawasi keluar masuknya pasien maupun pengunjung yang mengantar dan menjenguk.
“Kami di Dinas tetap memberikan arahan kepada teman-teman di Puskesmas agar meningkatkan pelayanan dan perhatian yang lebih baik untuk pasien,” tandasnya.
Seperti diberitakan, penemuan bayi perempuan dalam kondisi hidup di toilet Puskesmas Selong pada Kamis malam (1/5) menghebohkan pengunjung dan pasien. Lewat rekaman CCTV, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku sebagai seorang remaja putri berusia 16 tahun yang masih duduk di bangku SMA di kawasan Selong.
(*/PorosLombok)















