Dilantik Sendirian, Dr. Mugni Santai: “Biar Jadi Cerita Unik di Gumi Selaparang”

Lombok Timur, PorosLombok.com – Suasana pelantikan pejabat di Lombok Timur biasanya berlangsung meriah, penuh barisan nama. Namun hal berbeda dialami Dr. H. Mugni, M.Pd.Saat dilantik sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD), ia berdiri sendirian di hadapan Bupati H. Haerul Warisin, Rabu (7/5) lalu.

Tak ada wajah gugup, apalagi kecewa. Mugni justru menyambut situasi itu dengan santai dan penuh senyum.

“Cuma sempat terkejut, kok sendiri? Tapi tidak masalah, jadi cerita unik saja,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat (9/5).

Pengalaman Mugni di dunia birokrasi memang panjang. Ia pernah menjadi Sekretaris BKD pada 2009 hingga 2012, lalu dipercaya menjabat Kepala BKPSDM sejak 2022. Berbekal pengalaman itu, ia merasa mantap menghadapi tantangan baru di DPKD.

Pelantikan tunggal yang ia alami tak membuatnya risau. Fokusnya kini tertuju pada penataan organisasi dan peningkatan pelayanan perpustakaan kepada masyarakat.

“Sekarang kita sudah di kantor baru, yuk tanya-tanya soal itu,” katanya sambil tertawa kecil.

Semasa bertugas di BKPSDM, Mugni dikenal sebagai penggagas program ASN MANTAP. Di Dinas Pariwisata, ia juga pernah mendorong pemakaian pakaian adat sebagai bagian dari pelestarian budaya.

Kini, menjabat di DPKD, ia langsung bergerak cepat. Sejumlah fasilitas dinilai perlu pembenahan, seperti musholla dan kamar mandi. Menurutnya, perpustakaan harus menjadi tempat nyaman bagi semua kalangan.

“Sarana pendukung harus layak, agar pengunjung merasa betah,” ujarnya.

Ia pun merancang beberapa langkah awal yang langsung diterapkan:

  • Renovasi musholla dan kamar mandi selesai setelah libur.
  • Mobil pembinaan dan Perpustakaan Keliling kembali diaktifkan.
  • Perpustakaan buka Senin–Sabtu mulai 17 Mei 2025.
  • ASN yang bertugas hari Sabtu dapat libur di hari lain, kecuali Senin.
  • Pengunjung wajib melepas alas kaki (MAPUSTAKI) saat masuk perpustakaan mulai 14 Mei.

Mugni berharap perpustakaan tidak hanya jadi tempat menyimpan buku, tapi juga pusat aktivitas edukatif masyarakat. Ia ingin mahasiswa dan ASN menjadikan perpustakaan sebagai bagian dari rutinitas mereka.

“Saya berharap masyarakat memanfaatkan perpustakaan dengan baik,” ucapnya penuh harap.

Tak hanya itu, ia juga ingin kalangan sekolah ikut meramaikan perpustakaan. Setiap hari Sabtu, ia mendorong agar ada kunjungan rutin dari siswa dan guru.
“Saya dorong sekolah-sekolah untuk datang ke perpustakaan setiap Sabtu,” tandasnya.

Pelantikan yang semula dianggap aneh, kini justru menjadi pembuka langkah-langkah progresifnya di Gumi Selaparang. Dr. Mugni membuktikan, kerja nyata tak butuh keramaian upacara.

(anas/porosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

13 KOMENTAR

TERBARU