ASN Lotim Gagap Digital, Bupati: Sudah Eselon 2, Akun Sosmed Aja Nggak Tahu!

Lombok Timur, PorosLombok.com — Bupati Lombok Timur H. Khairul Warisin menyindir keras para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Lotim yang dinilainya masih gagap teknologi, terutama soal digitalisasi.

Sindiran itu disampaikan Bupati saat mengukuhkan pengurus Korpri Kabupaten Lombok Timur masa bakti 2025–2030, Rabu (14/5). Di hadapan para pejabat, ia melontarkan kritik pedas tanpa basa-basi.

“Sudah eselon 3, eselon 2, tapi begitu ditanya tentang digitalisasi, ndak tahu nama akunnya. Keliru sekali kita kalau begini,” semprotnya.

Menurutnya, di era serba digital seperti sekarang, ASN tak boleh kalah gesit dari masyarakat biasa. Apalagi dari netizen yang setiap hari berselancar di jagat maya.

Ia menegaskan bahwa digitalisasi bukan hanya soal punya akun medsos, tetapi juga soal memahami cara kerja dunia saat ini yang serba cepat dan terbuka.

“ASN itu jangan gaptek. Kalau kalah sama netizen, ya mundur saja dari jabatan,” tegasnya.

Tak hanya soal digital, Bupati yang akrab disapa H. Iron itu juga menyoroti jiwa korsa dan militansi ASN zaman sekarang yang menurutnya melempem.

Ia membandingkan dengan zaman Orde Baru, saat birokrasi punya kekuatan kolektif melalui aliansi “ABG”: Abri, Birokrasi, dan Golkar.

“Kalau dulu Korpri itu singa, hatinya juga singa. Sekarang jiwanya masih ada, tapi hatinya kucing,” katanya menyentil.

Bupati mengaku dulu aktif sebagai pengurus AMPI dan menyaksikan langsung bagaimana kuatnya jaringan dan loyalitas ASN saat itu.

Kini, menurutnya, semangat itu harus dihidupkan kembali, tentu dengan menyesuaikan konteks zaman reformasi dan era digital saat ini.

Selain soal mental dan teknologi, Bupati juga menyesalkan minimnya perwakilan ASN Lotim di level kementerian pusat. Ia menyebut nama-nama dari daerah lain yang justru lebih sering muncul di Jakarta.

“ASN dari Bima, Dompu, Sumbawa itu banyak yang sudah di pusat. Kita? Dari dulu sampai sekarang, belum ada satu pun,” ucapnya kecewa.

Sebagai mantan ASN,  H. Iron mengaku siap membuka pintu bagi ASN Lotim yang ingin naik kelas ke provinsi maupun kementerian.

“Siapa yang mau ke Jakarta jadi direktur, saya dukung. Mau ke provinsi juga, saya dukung,” janjinya.

Namun ia menegaskan, niat untuk naik harus muncul dari dalam diri ASN sendiri. Tidak bisa hanya mengandalkan dorongan pimpinan.

“Kalau cuma duduk manis di kantor, ya sampai pensiun tetap di situ-situ saja,” ujarnya menohok.

Ia juga mengingatkan bahwa dirinya bekerja dengan ritme cepat. Ia bahkan menyebut tindakannya sering lebih dulu dari pikirannya.

“Saya ini larinya cepat. Kalau nggak bisa ikuti, saya evaluasi. Termasuk Plt eselon II, saya pantau enam bulan ini,” tandasnya.

Sebagai penutup, Bupati yang juga dikenal sebagai pengusaha ini meminta para ASN fokus bekerja, peka terhadap perubahan, dan siap menghadapi tantangan zaman yang makin keras.

“Bekerjalah cepat, berpikir cepat, jangan lambat. Kalau lambat, ya tinggal,” pungkasnya.

(arul/PorosLombok)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU