Lombok Timur , PorosLombok.com– Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menegaskan pentingnya koperasi desa sebagai tulang punggung perekonomian rakyat yang berkelanjutan.
Ia menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Selasa (3/6).
Edwin menilai koperasi bukan sekadar organisasi ekonomi biasa, melainkan fondasi utama yang mampu menggerakkan roda ekonomi desa. Menurutnya, koperasi harus berperan sebagai pemicu (trigger) tumbuhnya iklim wirausaha yang sehat dan kuat.
“Koperasi bukan hanya badan usaha biasa. Koperasi harus jadi soko guru ekonomi desa dan menjadi trigger membangun iklim wirausaha yang kuat. Dengan koperasi, kita bangkitkan ekonomi rakyat berbasis gotong royong dan kekeluargaan,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sudah menunjukkan langkah nyata dalam percepatan pembentukan koperasi. Dari total 239 desa dan 15 kelurahan, sebanyak 24 persen telah berbadan hukum koperasi, sementara 62 persen lainnya sedang dalam proses pengurusan akta notaris.
“Kami optimistis 100 persen desa dan kelurahan bisa menyelesaikan pembentukan koperasi tepat waktu, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional pada Juli nanti,” kata Wabup.
Namun, Edwin juga mengungkapkan kendala yang menghambat proses pendampingan koperasi. Lima pendamping koperasi dan tiga pendamping UMKM di Lotim belum memiliki kepastian status pekerjaan. Wabup berharap pemerintah pusat segera menindaklanjuti agar para pendamping ini bisa diakomodasi sebagai PPPK.
“Pendampingan dan pengawasan koperasi desa sangat penting agar koperasi berjalan efektif. Kami mohon pemerintah pusat memperhatikan hal ini,” ujarnya.
Selain itu, H.Edwin juga meminta dukungan anggaran untuk pelatihan dan bimbingan bagi pengelola koperasi. Ia menilai pelatihan tersebut menjadi kunci agar koperasi dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.
“Saat ini anggaran pelatihan masih sangat terbatas, padahal pelatihan dan bimbingan adalah kunci keberhasilan koperasi,” tambahnya.
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pembentukan koperasi di daerah. Ia menyebut Inpres No. 9 Tahun 2025 sebagai landasan kuat agar koperasi menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang tangguh.
Untuk mendukung hal ini, Gubernur Iqbal menjelaskan pihaknya akan menggandeng Universitas Mataram guna melaksanakan pelatihan manajemen koperasi secara lebih intensif.
Wakil Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, juga memberikan apresiasi terhadap gerak cepat Lombok Timur dalam membentuk koperasi merah putih. Ia menyoroti Desa Kembang Kuning sebagai contoh nyata keberhasilan pembentukan koperasi dengan jumlah anggota lebih dari 200 orang.
“Koperasi bukan sekadar badan usaha, tapi harapan hidup baru bagi desa. Saya berharap desa-desa lain di NTB dapat mencontoh Kembang Kuning,” ucap Ferry.
Dalam rangkaian acara, juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Desa Kembang Kuning dengan Badan Urusan Logistik (BULOG) serta sejumlah BUMN. Penyerahan akta notaris dan kartu anggota koperasi dilakukan secara simbolis oleh Wamen Koperasi.
Dengan semangat gotong royong dan komitmen kuat dari Pemerintah Daerah Lombok Timur, koperasi desa diharapkan dapat menjadi penggerak utama ekonomi rakyat yang mandiri dan berkelanjutan.
(*/porosLombok)
















