(PorosLombok.com) – Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., secara resmi dikukuhkan sebagai “Pengeraksa Gumi Tioq Tata Tunaq” dalam prosesi adat yang berlangsung di halaman Kantor Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kamis (12/6).
Pengukuhan adat yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Adat (AMAN) Paer Daya ini merupakan bagian dari pelestarian nilai-nilai budaya dan simbol kehormatan tertinggi dalam struktur adat di Kabupaten Lombok Utara.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Asisten III Setda Lombok Utara Bidang Administrasi Umum Husnul Ahadi, SKM., Kepala Dinas Pariwisata Denda Dewi Tresni Budiastuti, SE., MM., Kabid Kebudayaan Dikbudpora Masrik, S.Pd., Wakil Ketua I DPRD Lombok Utara Hakamah, serta perwakilan dari lembaga adat dan organisasi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Najmul Akhyar menyampaikan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni adat, melainkan perwujudan nilai-nilai luhur dalam kepemimpinan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Ini bukan hanya prosesi budaya, tapi juga sarat makna. Saya memaknainya sebagai bentuk keikhlasan dan kesiapan untuk menjadi pemimpin yang tidak hanya memimpin, tetapi juga melayani dengan hati,” ujar Najmul.
Prosesi pengukuhan tersebut ditandai dengan penerimaan keris dan sembeq, dua simbol sakral dalam tradisi Sasak. Menurut Najmul, simbol itu bukan sekadar atribut, melainkan cerminan tanggung jawab moral dan spiritual seorang pemimpin di tengah masyarakat adat.
“Ketika menerima keris dan disembeq, itu berarti saya berserah diri sebagai pemimpin, siap menerima nasihat, kritik, bahkan teguran dari para tokoh adat dan orang tua. Itu tanda bahwa kepemimpinan harus dilandasi kerendahan hati,” tegasnya.
Najmul juga menambahkan bahwa filosofi Genu Rasa Siu Ate Sopoq Angen yang melekat pada gelar Pengeraksa Gumi Tioq Tata Tunaq merupakan bentuk ideal dari sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga bumi, adat, dan tata kehidupan bersama.
“Semoga dengan pengukuhan ini, hubungan antara pemimpin dan masyarakat semakin erat, dan nilai-nilai kearifan lokal tetap menjadi pedoman dalam tata kelola pemerintahan di Lombok Utara,” imbuhnya.
Pengukuhan ini pun disambut hangat oleh masyarakat adat setempat. Mereka menganggap gelar yang disematkan kepada Bupati Najmul sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya dalam menjaga dan menghargai warisan budaya leluhur.
Dengan prosesi tersebut, diharapkan semangat pelestarian budaya dan nilai-nilai adat terus tumbuh, serta menjadi fondasi dalam membangun Lombok Utara yang harmonis, beradab, dan berdaya saing.
(*/porosLombok)


















