PorosLombok.com – Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya bersuara lantang soal pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja proyek.
Menurut Wabup, banyak pekerja lapangan yang belum terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, padahal risiko kecelakaan kerja sangat tinggi.
“Jangan tunggu jatuh dulu baru daftarin. Ini soal keselamatan nyawa, bukan urusan sepele,” tegas Edwin saat membuka acara Optimalisasi Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Ekosistem Desa, Selasa (24/6), di Kantor Bupati Lotim.
Ia menekankan, setiap pihak ketiga yang bekerja sama dengan pemerintah daerah wajib mendaftarkan seluruh pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Wabup juga menyentil langsung sektor konstruksi yang disebutnya masih banyak abai terhadap perlindungan pekerja.
“Pemerintah saja serius lindungi pekerja, masa rekanan enggak?” sentilnya.
Tak hanya soal pekerja proyek, Wabup juga menyampaikan langkah Pemkab untuk membenahi sistem pembayaran iuran BPJS bagi perangkat desa.
Pemkab akan menggandeng Bank NTB Syariah agar pembayaran lebih tertib, transparan, dan akurat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Salmun Rahman menyampaikan bahwa seluruh perangkat desa di Lombok Timur sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Iurannya ditanggung penuh oleh Pemkab sebagai bentuk komitmen perlindungan sosial bagi aparat desa.
“Kami juga dorong RT, kepala lingkungan, BPD, hingga operator dan staf desa ikut program ini,” ucap Salmun.
Beberapa di antaranya, kata dia, memang sudah mendaftar secara mandiri, namun Pemkab menargetkan semua bisa terlindungi lewat skema yang lebih masif.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur, M. Yohan Firmansyah, mengapresiasi dukungan Pemkab dalam mendorong perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Ia menyebut Lombok Timur terus mengalami peningkatan jumlah peserta, meski target universal coverage belum tercapai.
Yohan menargetkan kenaikan peserta hingga 25 persen pada 2025 dan mendorong gerakan Sertakan atau Sejahterakan Pekerja Sekitar Anda sebagai bentuk gotong royong sosial.
(*/porosLombok)















