Bupati Lombok Timur Siap Perpanjang Waktu Perayaan Festival Muharram

(PorosLombok.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menjadikan peringatan 1 Muharram 1447 Hijriah sebagai ajang konsolidasi budaya dan keagamaan.

Festival tahunan ini kembali digelar meriah dengan partisipasi ribuan warga dan puluhan lembaga daerah.

Rangkaian acara dimulai sejak awal pekan, menghadirkan pawai alegoris dengan 1.447 dulang tembolak beak dari Desa Pengadangan.

Momentum ini dipadukan dengan doa akhir dan awal tahun, serta khataman Al-Qur’an oleh 1.447 hafiz, menjadikannya sebagai simbol spiritualitas kolektif masyarakat.

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengapresiasi antusiasme warga dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Setiap tahun, 1 Muharram akan selalu kita rayakan, dan tahun depan kita akan buat dua kali lipat lebih meriah dari ini,” ujarnya di tengah sorakan warga yang memadati Lapangan Nasional Selong, Jumat malam (4/7).

Haerul menilai, festival seperti ini bukan hanya menjadi syiar Islam, tetapi juga peluang strategis untuk mendongkrak ekonomi masyarakat kecil.

Menurutnya, pelaku UMKM lokal perlu diberikan ruang yang lebih luas agar bisa mengambil manfaat dari setiap event keagamaan yang digelar pemerintah.

“Kalau bisa, waktunya kita tambah agar UMKM kita bisa lebih maksimal memanfaatkan momen ini,” katanya.

Selain expo UMKM yang diikuti OPD, BUMN, BUMD, IKM dan pelaku usaha lokal, pemerintah daerah juga menyerahkan manfaat BPJS Ketenagakerjaan senilai lebih dari Rp1 miliar secara simbolis kepada sejumlah penerima.

Mantan Bupati Lombok Timur, Ali bin Dachlan, yang turut hadir dalam acara penutupan, memberikan pesan politik agar tradisi Muharram tidak hilang karena kepentingan sesaat.

Ia menekankan pentingnya kontinuitas program yang telah terbukti menyatukan masyarakat dalam nuansa keislaman.

“Ini harus dijadikan prioritas agar Bupati selanjutnya tidak menghilangkan tradisi ini hanya karena tidak senang,” tegasnya di hadapan para tamu dan tokoh masyarakat.

Ali juga menyarankan perluasan fasilitas umum seperti Lapangan Nasional agar daya tampung dan kenyamanan warga semakin meningkat.

“Lapangan Nasional ini kalau bisa diperbesar supaya lebih banyak warga bisa ikut merasakan,” tambahnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK, Ketua GOW, Ketua DWP, para pimpinan OPD, dan jajaran Forkopimda.

Semua pihak hadir sebagai bentuk komitmen bersama menjaga dan mengembangkan nilai-nilai lokal yang bersumber dari tradisi Islam.

Pemerintah daerah menyatakan bahwa Festival Muharram bukan sekadar kegiatan seremoni, tetapi momentum menghidupkan semangat kolektif, solidaritas sosial, dan ketahanan ekonomi berbasis masyarakat.

(Redaksi/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU