(PorosLombok.com) – Seorang pendaki asal Swiss mengalami kecelakaan saat mendaki Gunung Rinjani. Evakuasi dramatis dilakukan melalui udara karena kondisi korban cukup serius.Rabu (16/7).
Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Oesman, membenarkan insiden tersebut.
“Proses evakuasi terhadap pendaki asal Swiss telah selesai dilakukan menggunakan helikopter,” ujarnya.
Korban bernama Benedikt Marcel diketahui memulai pendakian sehari sebelumnya melalui jalur Sembalun. Ia terdaftar resmi di aplikasi eRinjani dengan kode booking ER6DXB5STLQDS.
“Evakuasi udara dipilih untuk mencegah risiko pendarahan yang lebih parah karena kondisi korban cukup serius,” tegas Nikolas.
Kejadian terjadi sekitar 25 menit sebelum Jembatan Besi, arah Danau Segara Anak. Informasi awal diperoleh dari guide dan porter yang mendampingi korban pada pukul 11.25 WITA.
“Begitu laporan masuk, tim medis dan penyelamat langsung bergerak dari Pos 2 menuju lokasi kejadian,” jelasnya.
Karena medan terjal dan waktu tempuh panjang, evakuasi darat dinilai sangat berisiko. Koordinasi pun dilakukan dengan operator heli Bali Air untuk misi penyelamatan udara.
“Heli berhasil mendarat di Pelawangan setelah cuaca dan medan dinyatakan aman untuk evakuasi,” kata Nikolas.
Sementara itu, tim gabungan dari Brimob Kompi 3 Batalion B, Polres Lotim, Polsek Sembalun, dan TNI disiagakan di TNGR Sembalun. Mereka berada dalam komando langsung Kabagops Polres dan Danki Brimob.
“Seluruh proses berjalan lancar berkat koordinasi semua pihak di lapangan,” tambahnya.
Korban kemudian diterbangkan ke RS BIMC Denpasar, Bali, guna mendapatkan perawatan medis intensif. Hingga kini, kondisi Benedikt Marcel masih dalam penanganan dokter.
(arul/PorosLombok)















