(PorosLombok.com) – Nama Arsa Ali Umar, staf khusus Bupati Lombok Timur bidang ketenagakerjaan, ikut terseret dalam polemik kosmetik mengandung merkuri yang belakangan ramai diperbincangkan.
Ia disebut-sebut sebagai “pengaman” dalam kasus yang melibatkan PT WBS Group.
Isu tersebut mencuat usai beredar narasi liar di media sosial. Menanggapi hal itu, Direktur PT WBS Group, Ali Nusantara, angkat bicara dan membantah tegas tuduhan tersebut.
“Arsa Ali Umar itu bukan pengaman, apalagi pengacara,” tegas Ali saat ditemui wartawan, Rabu (6/8).
Ali menjelaskan, Arsa merupakan bagian dari struktur manajemen internal perusahaan. Ia bahkan termasuk salah satu pendiri PT WBS sejak awal berdiri.
“Beliau memang manajemen. Tidak ada sangkut-pautnya dengan penanganan hukum,” imbuhnya.
Soal produk kosmetik yang diduga mengandung zat berbahaya, Ali menegaskan bahwa barang tersebut bukan berasal dari PT WBS. Ia menyebut produk bermasalah itu dikeluarkan oleh PT Amanah.
Produk berupa handbody tersebut, kata Ali, langsung ditarik dari peredaran setelah hasil uji laboratorium menyatakan mengandung merkuri. Penarikan itu dilakukan atas inisiatif PT WBS sebagai distributor.
“Yang ditemukan mengandung merkuri itu bukan produk dari WBS, tapi dari PT Amanah,” tegasnya.
Ali mengaku, pihaknya justru yang meminta agar gudang perusahaan diperiksa. Ia merasa proses pengawasan terlalu lama tidak dilakukan oleh instansi terkait.
“Saya sendiri yang minta gudang kami diperiksa, karena ingin semuanya transparan,” ujarnya.
Setelah hasil uji keluar, PT WBS langsung menarik seluruh produk dari pasaran. Namun, ia mengakui adanya kekeliruan dalam laporan administrasi, yakni soal waktu penarikan.
“Di laporan tertulis akhir Maret, padahal sebenarnya penarikan dilakukan 10 April. Itu murni salah ketik, bukan kesengajaan,” jelasnya.
Kesalahan kecil itu kini dijadikan bahan serangan oleh sejumlah akun media sosial. Ali pun mengaku telah mengantongi data beberapa akun yang dinilai menyebar fitnah, dan berencana melakukan somasi.
“Beberapa akun akan kami somasi. Ini bukan hanya soal bisnis, tapi juga menyangkut nama baik saya secara pribadi,” katanya.
Ia memastikan seluruh proses penarikan sudah dijalankan secara bertanggung jawab. Pihaknya juga menerima kembali barang dari konsumen dan memberikan penggantian berupa produk baru.
Ali menyebut, produksi body lotion terbaru kini tengah dalam tahap akhir. Pihak pabrik mitra, Cosmos Mitra Mandiri (CMM), telah menyiapkan produk pengganti yang lebih aman dan berkualitas.
“Insyaallah paling lambat bulan kedua atau ketiga Agustus sudah tersedia,” ungkapnya.
Ali tak menampik bahwa pada 2024 lalu, PT WBS pernah tersandung kasus parfum tanpa izin edar. Namun kasus itu sudah selesai, dan menjadi pelajaran besar bagi perusahaan.
“Kami sudah banyak belajar. Sekarang semua izin dan legalitas jadi prioritas utama,” ujarnya.
Menutup keterangannya, Ali meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial. Ia mengimbau agar pihak yang merasa dirugikan datang langsung untuk konsultasi, bukan justru menyebar hoaks.
“Kalau memang ada keluhan, datang ke kami. Bukan langsung main unggah status dan menyebar fitnah,” pungkasnya.
(arul/PorosLombok)















