Viral! Pendaki Asing Berbikini di Pemandian Rinjani, BTNGR Akan Evaluasi TO dan Guide

(PorosLombok.com) – Video pendaki asing mengenakan bikini di pemandian air panas Gunung Rinjani viral di media sosial. Aksi itu mendapat sorotan karena dianggap melanggar adat dan budaya masyarakat setempat.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Yarman, menilai tour operator (TO) seharusnya memberi pengingat kepada tamu terkait berpakaian sopan. Hal ini penting agar pengunjung menghormati norma dan adat lokal selama pendakian.

“Saya rasa kalau kita sampaikan itu dari awal, pasti mereka tidak melakukan itu juga, artinya tidak berpakaian yang seminim itu,” ujar Yarman, Rabu (20/8).

Yarman menjelaskan pihak BTNGR tidak bisa sepenuhnya mengontrol perilaku pengunjung ketika berada di area pemandian. Meski demikian, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap TO dan guide agar aktivitas tamu lebih diawasi.

“Kalau kita kan kalau masuk pasti berpakaian yang layak untuk pendakian. Kalau sudah di dalam, siapa yang mau kontrol,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengawasan dan edukasi terkait adat istiadat dan norma berpakaian perlu terus disampaikan kepada pengunjung. Apalagi beberapa kegiatan bisa dianggap tidak sopan menurut adat dan agama setempat.

“Perlu kita sampaikan nanti terkait itu. Sebenarnya itu kan kebiasaan saja adat istiadat masyarakat kita, apalagi agama melarang begitu. Ada tamu kita berpakaian tidak sopan, kan kita ingatkan begitu,” tambah Yarman.

BTNGR juga mempertimbangkan pemasangan papan peringatan di area pemandian populer seperti Goa Susu dan Aik Kalak. Papan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bagi pengunjung agar tetap menghormati budaya setempat.

“Mungkin nanti kita lihat, kalau memang diperlukan, ya kita buat nantikan,” pungkas Yarman.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

1 KOMENTAR

  1. Guide, porter daripada para wisatawan yang suka dengan suasana wisatawan berbikini, yang tak peduli, yang massa bodoh dengan Kebudayan dan Nilai-nilai serta prilaku bagaimana berwisata. mereka tahu bahwa Lombok adalah Destinasi Wisata Halal Tourizem dan dapat 2 penghargaan internasional……saya mintak kepada Pemerintah NTB dalam hal ini Dinas Kebudayaan, Badan Promosi Daerah untuk melakukan pembenahan terhadap sistem destinasi khususnya (Rinjani).sdm para guide harus ditingkatkan dan berkelanjutan, menyempurnakan tata tertib pendakian tentu dengan memperhatikan budaya dan nilai2 yang terkandung…dan memberikan sanksi kepada para quide/porter dan para wisatawan yang melanggar ketentuan tata tertib tersebut. sanksi ini harus ketat minimal 1 tahun para guide dan wisatawan utk boleh mendaki lagi………wisatawan tergantung guide/porter yang membawa mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU