(PorosLombok.com)– Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur bergerak cepat menanggapi keluhan masyarakat terkait dugaan buruknya pelayanan di Puskesmas Kotaraja, Kecamatan Sikur.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, dr. Fathurrahman, menegaskan pihaknya langsung melakukan koordinasi internal begitu menerima laporan. Ia memastikan langkah pembinaan segera dijalankan terhadap tenaga kesehatan yang bertugas.
“Saya sudah panggil rekan-rekan yang membidangi untuk dilakukan pembinaan,” kata Fathurrahman, Rabu (20/8).
Menurutnya, setiap pemberitaan yang muncul di media selalu dijadikan bahan evaluasi. Ia menilai kritik masyarakat melalui pemberitaan memiliki tujuan positif untuk memperbaiki layanan kesehatan.
“Keluhan masyarakat pasti tujuannya baik, agar kita bisa meningkatkan kualitas layanan. Karena itu kami ucapkan terima kasih,” ucapnya.
Terkait dugaan sikap indisipliner oknum dokter di Puskesmas Kotaraja, Fathurrahman mengaku tidak ingin gegabah mengambil kesimpulan. Pihaknya lebih memilih menugaskan pejabat terkait untuk memverifikasi sekaligus membina tenaga kesehatan di lapangan.
“Baik buruknya pelayanan kesehatan adalah tanggung jawab kami. Karena itu pembinaan wajib terus dilakukan,” tegasnya.
Sebelumnya, Melansir Kobaran news, sejumlah pasien mengeluhkan lambatnya pelayanan di Puskesmas Kotaraja. Pasien bernama Arif menyebut, hingga pukul 09.30 dokter belum juga datang padahal istrinya sedang mengalami kejang.
“Sampai jam 9.30 dokter kok belum datang? Istri saya ini mau dirujuk atau bagaimana, kan kami bingung,” keluh Arif.
Keluhan senada disampaikan Rony, keluarga pasien lain. Ia menyebut dokter piket di Puskesmas Kotaraja kerap datang terlambat sehingga pasien hanya ditangani perawat terlebih dahulu.
“Memang dokter piket sering telat. Kami sabar saja, tapi kan dokter yang menentukan pasien mau dirujuk atau tidak,” ujarnya.
Kepala Puskesmas Kotaraja, Meidy Na’am, mengaku sudah sering memberikan arahan agar tenaga kesehatan melayani dengan humanis. Namun, masih ada petugas yang enggan mengikuti arahan.
“Satu-satunya jalan ya rotasi. Kadang petugas yang dekat rumahnya justru meremehkan. Mungkin dia jenuh di tempat lama, jadi perlu dimutasi,” katanya.
(anas/PorosLombok).

















