(PorosLombok.com).- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal menegaskan arah pembangunan daerah tak bisa dilepaskan dari kualitas aparatur pemerintah. Ia menyebut birokrasi yang tangguh hanya akan lahir dari ASN yang berkarakter dan siap melayani.
Menurut Iqbal, pemerintah provinsi telah menetapkan standar baru bagi jajaran aparatur. Konsep “ASN Berakhlak” dijadikan pondasi dalam membangun pelayanan publik yang lebih baik.
“Orientasi kita jelas, bagaimana ASN bisa hadir untuk masyarakat dan mengutamakan kepentingan publik di atas segalanya,” ujar Iqbl, Rabu (24/9).
Ia menjelaskan, ASN berakhlak bukan sekadar disiplin dalam bekerja, melainkan juga memiliki akuntabilitas tinggi. Setiap kebijakan dan tindakan birokrasi harus dapat dipertanggungjawabkan agar kepercayaan publik semakin kuat.
“Integritas itu penting. ASN harus bisa menjaga amanah, bukan hanya di atas kertas, tetapi dalam praktik sehari-hari,” tegasnya.
Gubernur asal Lombok Tengah itu menambahkan, profesionalisme aparatur diwujudkan melalui kompetensi yang terus diasah. Pegawai dituntut untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menjawab tantangan lapangan.
“Kompetensi bukan hanya soal sertifikat, melainkan bagaimana kita mampu memberi solusi nyata di tengah masyarakat,” jelas Iqbal.
Selain kompetensi, ia juga menekankan pentingnya suasana kerja yang harmonis. Menurutnya, iklim birokrasi yang sehat akan memunculkan kolaborasi positif lintas sektor.
“Dengan kebersamaan, kita bisa menghasilkan terobosan yang bermanfaat luas,” ucapnya.
Iqbal menambahkan, semangat loyalitas dan kemampuan adaptif juga menjadi syarat mutlak. Perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang semakin cepat menuntut ASN untuk selalu siap menyesuaikan diri.
“Kita tidak boleh ketinggalan dari perkembangan zaman. ASN NTB harus menjadi pelayan yang tanggap, inovatif, dan terus berkembang,” tutupnya.
(Redaksi/PorosLombok)















