PorosLombok.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Hj. Lale Yaqutunnafis melaksanakan kegiatan reses guna menyerap aspirasi konstituen secara langsung di daerah pemilihan tiga.
Agenda turun lapangan ini menyasar sejumlah desa strategis untuk memetakan persoalan infrastruktur dan sosial yang dihadapi warga. Penjaringan masalah tersebut berlangsung maraton sejak tanggal 5 hingga 12 Juni 2026.
“Masyarakat mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan lingkungan yang rusak dan butuh perbaikan segera,” ujar Anggota DPRD NTB Hj. Lale Yaqutunnafis.
Yaqutunnafis menjelaskan bahwa buruknya akses jalan antar-desa ini menghambat mobilitas warga serta menekan pertumbuhan ekonomi lokal. Kerusakan aspal yang berlubang juga sering memicu kecelakaan lalu lintas bagi pengendara malam.

Selain akses pemukiman, sektor agraria di wilayah setempat ternyata masih menghadapi kendala fasilitas penunjang yang cukup berat. Para petani mengeluhkan minimnya jaringan irigasi yang mengalir ke area sawah mereka.
“Warga juga mendesak pemerintah untuk segera membangun serta membenahi sarana jalan tani,” katanya.
Ia membeberkan bahwa ketiadaan jalan usaha tani yang layak membuat biaya angkut hasil panen menjadi sangat mahal. Kondisi ini menurunkan margin keuntungan para penggarap lahan akibat tingginya ongkos logistik.
Beralih ke masalah lingkungan, isu kebersihan juga menjadi sorotan tajam selama masa penyerapan aspirasi berlangsung. Pola penanganan limbah domestik di tingkat desa dinilai masih berjalan di tempat.
“Kami juga menerima banyak keluhan terkait sistem pengelolaan sampah yang belum optimal,” ujarnya.
Srikandi parlemen ini menilai tumpukan limbah rumah tangga di pinggir jalur utama mulai mengganggu estetika kawasan. Jika terus dibiarkan, masalah sanitasi buruk ini berpotensi mencoreng citra destinasi pariwisata lokal.
Sektor pendidikan di kawasan dapil tiga juga tidak luput dari perhatian tim reses akibat sarana fisik yang memprihatinkan. Banyak anak didik terpaksa belajar di bawah atap bangunan yang rawan runtuh.
“Masih banyak ruang belajar madrasah maupun sekolah umum yang kondisinya belum layak,” jelasnya.
Legislator ini berjanji akan memperjuangkan alokasi dana hibah perbaikan ruang kelas pada pembahasan anggaran perubahan mendatang. Intervensi anggaran dinilai mendesak demi menjamin keselamatan para siswa.
Seluruh rekaman data dan keluhan warga dari dapil tiga ini telah dirangkum ke dalam dokumen pokok pikiran dewan. Berkas tersebut akan diserahkan secara resmi dalam sidang paripurna bersama pihak eksekutif.
“Kami memastikan setiap suara dari bawah akan dikawal ketat hingga menjadi kebijakan nyata,” pungkasnya.*















