(PorosLombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menambah ruang usaha bagi pelaku mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam ajang MotoGP Mandalika 2025. Tahun ini, lokasi yang disediakan meluas hingga 15 are dengan 30 stand yang akan diisi oleh 60 pelaku usaha.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, Ahmad Masyhuri menyebut kebijakan ini untuk memberi kesempatan lebih luas agar produk lokal bisa tampil di panggung internasional. Menurutnya, arena tersebut tidak hanya diisi oleh UMKM binaan provinsi, melainkan juga melibatkan pelaku usaha binaan Pemkab Lombok Tengah.
“Memang lahannya lebih besar dibanding tahun sebelumnya, tapi pengelolaannya tetap bersama-sama dengan Pemkab Lombok Tengah. Jadi ada tiga pihak yang terlibat langsung di lokasi itu,” jelas Masyhuri, Selasa (30/9/2025).
Ia menambahkan, pihak penyelenggara dari provinsi maupun kabupaten sudah berkoordinasi terkait teknis penataan lapak. Masyhuri optimistis format kali ini akan terlihat lebih rapi dan kondusif dibanding musim lalu.
Pemprov NTB menyiapkan 30 unit stand yang ditempati oleh 60 UMKM. Jumlah tersebut seimbang dengan alokasi dari Pemkab Lombok Tengah. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan jumlahnya bertambah karena banyaknya permintaan dari pelaku usaha lain.
“Sekarang posisinya sama kuat, 30 stand dari provinsi dan 30 stand dari Lombok Tengah. Ada peluang penambahan karena permintaan masuk cukup banyak, tapi belum final,” ucapnya.
Tak hanya menyediakan tenda bagi UMKM, pemerintah daerah juga merancang side event agar kawasan tersebut lebih hidup. Berbagai hiburan seperti panggung musik hingga atraksi khas akan mengiringi aktivitas jual beli di arena sirkuit.
“Bukan sekadar lapak dagang, ada juga panggung hiburan dan pertunjukan. Itu diinisiasi langsung oleh Dinas Pariwisata,” ungkap Masyhuri.
Dari total UMKM yang bergabung, sekitar 80 persen berasal dari sektor kuliner. Sementara sisanya, 20 persen, memamerkan karya kriya dan kerajinan tangan khas NTB dari berbagai kabupaten/kota.
“Setiap stand ditempati dua UMKM. Sebagian besar makanan, selebihnya produk kerajinan dan kriya daerah,” katanya.
Masyhuri berharap, langkah memperluas area UMKM ini mampu mendatangkan manfaat nyata. Selain memperkuat pemasaran produk lokal, ia menilai ajang MotoGP Mandalika bisa menjadi pintu masuk pelaku usaha NTB untuk menggaet pasar lebih luas.
“Targetnya, semua bisa senang. Pelaku usaha untung, pengunjung terlayani, dan penyelenggaraan MotoGP pun semakin semarak,” pungkasnya.
(Redaksi/PorosLombok)















