(PorosLombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan fasilitas transportasi khusus bagi penonton MotoGP Mandalika 2025. Sebanyak 25 unit shuttle bus disiapkan untuk melayani mobilitas penonton selama dua hari balapan, Sabtu (4/8) dan Minggu (5/8).
Langkah ini ditempuh agar penonton dapat langsung menuju kawasan sirkuit tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu, pola ini diproyeksikan mampu mengurangi risiko kepadatan arus lalu lintas.
Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar, menyampaikan bahwa 20 armada akan beroperasi di Eks Bandara Selaparang, Kota Mataram. Sedangkan 5 unit lainnya disiagakan di Bandara Internasional Lombok (BIL).
“Dua lokasi itu dipilih sebagai titik strategis penjemputan. Operasional shuttle berlangsung di luar area Sirkuit Mandalika,” ungkap Ervan dalam rapat koordinasi manajemen transportasi MotoGP 2025 di Hotel Lombok Raya, Selasa (30/9).
Selain fasilitas dari Pemprov, PT ITDC sebagai pengelola kawasan Mandalika turut menyiapkan shuttle internal. Armada tersebut akan menghubungkan dua area parkir resmi, yakni Bundaran Songgong di sisi timur dan halaman Masjid Nurul Bilad di sisi barat, menuju pintu masuk sirkuit.
“Seluruh shuttle aktif hanya di akhir pekan saat balapan, sehingga untuk hari Jumat tidak ada layanan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ervan memaparkan jam operasional bus khusus dari Pemprov berlangsung pukul 08.00-12.00 WITA untuk rute masuk. Sedangkan perjalanan kembali dari sirkuit ke titik penjemputan dijadwalkan antara pukul 16.00-22.00 WITA.
“Penonton diharapkan disiplin waktu, karena masing-masing armada punya jadwal operasional yang ketat,” ujarnya.
Bagi penonton yang tiba melalui jalur laut, telah disiapkan angkutan Damri dari tiga pelabuhan utama. Layanan tersebut tersedia dari Pelabuhan Kayangan (Lombok Timur), Pelabuhan Lembar (Lombok Barat), serta Pelabuhan Bangsal (Lombok Utara), dengan tujuan akhir di Eks Bandara Selaparang maupun BIL.
Dishub NTB juga sudah memetakan distribusi penonton sesuai kategori tiket. Pemegang grandstand I, J, dan K akan diarahkan ke parkiran barat di Masjid Nurul Bilad. Sementara pemilik tiket grandstand D, E, F, dan G—atau tiket biru dan merah—akan diarahkan ke parkiran timur di Bundaran Songgong.
“ITDC juga harus memastikan kesiapan jalur, baik saat penonton datang maupun saat kembali,” tegas Ervan.
(Redaksi/PorosLombok)
















