(PorosLombok.com) – Menjelang datangnya musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram memperketat langkah antisipasi guna menekan risiko bencana.
Pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD Mataram, Muzzaki, menyebut mitigasi sudah dijalankan sejak awal masa peralihan dari kemarau pendek menuju penghujan.
Langkah cepat ini ditempuh usai peristiwa banjir yang sempat melumpuhkan sejumlah kawasan pada Juli lalu. Berdasarkan evaluasi kejadian tersebut, BPBD menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi agar penanganan darurat berjalan serentak dan efisien.
“Kami rutin menerima pembaruan prakiraan cuaca dari BMKG. Dinas PUPR juga bergerak membersihkan saluran dan membuat sodetan baru untuk memperlancar aliran air. Sementara itu, Dinas Kominfo menyebarkan imbauan kepada warga setiap tiga hari,” kata Muzzaki, Selasa kemarin (14/10/2025).
Ia menuturkan, kesiapsiagaan warga kini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Setelah banjir melanda, masyarakat mulai tanggap melapor saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Perubahan sikap ini menunjukkan dukungan masyarakat terhadap upaya pencegahan,” ujarnya.
Selain ancaman genangan, BPBD juga mewaspadai potensi pohon tumbang akibat angin kencang pada November hingga Desember. Untuk itu, koordinasi dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup guna memangkas dahan di titik rawan.
“Kalau terjadi pohon tumbang, tim kami langsung turun. Namun, perawatan rutin tetap tanggung jawab dinas terkait. Kami hanya memperkuat armada dan menambah alat pemotong agar penanganan lebih cepat,” jelasnya.
Kolaborasi juga dijalin dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Perikanan untuk memastikan keamanan pengunjung dan nelayan di area pesisir seperti Loang Baloq, Pantai Gading, hingga Tanjung Karang. Semua pihak diminta aktif menjaga keselamatan selama musim basah.
BPBD mengingatkan masyarakat agar terus mengikuti informasi resmi dari BMKG, membersihkan saluran air, dan segera melapor bila menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar.
“Kewaspadaan dini adalah kunci. Kalau masyarakat cepat bereaksi, dampak bencana bisa ditekan,” tutup Muzzaki.
(Redaksi/porosLombok)
















