Dinkes Lotim Pastikan Kasus Gangguan Pernapasan Masih Terkendali

(PorosLombok.com) – Dinas Kesehatan Lombok Timur (Lotim) memastikan peningkatan kasus gangguan pernapasan yang terjadi di sejumlah wilayah masih dalam kondisi landai dan terkendali.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Lalu Aries Fahrozi, menegaskan belum ada lonjakan kasus yang mengkhawatirkan hingga saat ini.

“Kasusnya masih landai dan masih bisa dikendalikan,” ujar Aries, Jumat (13/11/2025).

Aries menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan bidang teknis, termasuk Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3KL) serta tim surveilans, untuk melakukan survei dan analisis data penyakit dalam beberapa bulan terakhir.

Hasil pemantauan menunjukkan, terdapat tiga jenis penyakit saluran pernapasan yang mengalami peningkatan, yakni Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), pneumonia, serta Influenza Like Illness (ILI) atau gejala mirip influenza.

“Memang tiga penyakit ini yang paling banyak ditemukan saat ini di sejumlah puskesmas,” katanya.

Meski demikian, Aries menegaskan kondisi tersebut belum masuk kategori darurat. Dinas Kesehatan telah menginstruksikan seluruh tim surveilans di puskesmas untuk terus melakukan pemantauan dan langkah antisipasi.

Langkah ini dilakukan guna mencegah terjadinya lonjakan kasus secara tiba-tiba.

Menurut Aries, influenza disebabkan oleh virus yang bersifat self-limiting disease atau dapat sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu tertentu.

“Virus ini punya masa bertahan dan umumnya akan mati dengan sendirinya dalam waktu sekitar dua minggu,” ungkapnya.

Namun, tingkat kesembuhan sangat bergantung pada daya tahan tubuh masing-masing individu. Aries menekankan, virus ini tidak seganas Covid-19, meski tetap perlu diwaspadai.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga pola makan bergizi, serta rutin berolahraga agar daya tahan tubuh tetap optimal.

“Jika berkunjung ke fasilitas kesehatan, sebaiknya tetap menggunakan masker sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penularan,” tutupnya.

(*/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU