(PorosLombok.com) – Yayasan Gawah Lauk Lombok (GLF) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 dengan cara yang sederhana namun sarat makna. Zikir dan doa bersama dirangkai dengan santunan anak yatim piatu serta kaum jompo, digelar di Sekretariat GLF, Minggu (28/12/2025) sore.
Mengangkat tema Peduli Sesama, Membangun Peradaban, peringatan ini menjadi ruang refleksi atas perjalanan delapan tahun GLF dalam kerja-kerja sosial dan kemanusiaan. Bagi yayasan ini, ulang tahun bukan soal perayaan, melainkan soal konsistensi menjaga empati.
Sejumlah pejabat dan elemen masyarakat turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja, Camat Jerowaru, unsur Polmas, wartawan, perwakilan LSM, serta pengurus dan relawan GLF. Anak-anak yatim piatu dan kaum jompo yang menerima santunan menjadi pusat perhatian sekaligus inti dari kegiatan tersebut.
Sejak awal, suasana religius terasa kuat. Lantunan zikir dan doa mengalir sebagai ungkapan syukur atas keberlangsungan yayasan hingga usia delapan tahun. Doa juga dipanjatkan agar para pengurus dan relawan tetap diberi kekuatan serta keikhlasan dalam menjalankan amanah sosial.
Ketua Yayasan Gawah Lauk Lombok menegaskan, HUT ke-8 ini bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini, kata dia, menjadi penguat komitmen untuk terus hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Delapan tahun perjalanan GLF adalah buah dari dukungan banyak pihak dan semangat gotong royong. Tema peduli sesama kami maknai sebagai tanggung jawab moral untuk menumbuhkan empati dan nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim piatu dan kaum jompo. Suasana haru dan kehangatan menyelimuti prosesi tersebut, mencerminkan nilai kepedulian yang sejak awal menjadi ruh Yayasan Gawah Lauk Lombok.
Selain berbagi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara yayasan, pemerintah, aparat, insan pers, dan masyarakat. Sinergi lintas elemen itu dinilai penting dalam mendorong lahirnya kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Memasuki usia ke-8, Yayasan Gawah Lauk Lombok menegaskan komitmennya untuk terus bergerak di jalur sosial dan kemanusiaan. Dengan langkah sederhana namun konsisten, GLF berupaya terus menyalakan empati dan ikut membangun peradaban yang berkeadilan.
(Redaksi/PorosLombok)















