(PorosLombok.com) – Asa warga Desa Loyok dan Desa Gelora untuk menikmati jalan mulus tahun ini harus kandas. Proyek perbaikan jalan penghubung di Kecamatan Sikur tersebut dipastikan absen dari kalender pembangunan tahun anggaran 2026 lantaran keterbatasan anggaran daerah.
Anggota DPRD Dapil 3, Saprudin, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah saat ini sedang fokus mengalokasikan anggaran untuk skema tahun jamak. Hal inilah yang membuat proyek infrastruktur di wilayah tersebut belum bisa dieksekusi secara menyeluruh.
”Anggaran terbatas, karena Pemda ini menggunakan skema tahun jamak (berhutang). Jadi harus melihat jalan yang mana yang sifatnya lebih urgen dulu,” ujar Saprudin saat memberikan keterangan, Selasa (13/01/2026).
Kondisi ini menjadi pukulan bagi warga, mengingat jalur tersebut merupakan akses utama menuju Polindes dan Pustu. Saprudin berdalih, ia telah mengambil langkah taktis dengan memprioritaskan perbaikan fisik bangunan Polindes terlebih dahulu agar pelayanan kesehatan tidak lumpuh.
”Polindes itu saya perbaiki kemarin untuk antisipasi warga. Karena dulu kondisinya memprihatinkan. Sekarang bangunan sudah bagus, tinggal jalannya saja yang saya minta segera dikondisikan,” tegasnya.
Namun, bangunan yang bagus dinilai sia-sia jika akses menuju lokasi tetap hancur. Warga kini dihantui risiko keselamatan, terutama bagi ibu hamil yang terpaksa bertaruh nyawa melintasi jalan rusak hingga terancam melahirkan di jalan atau ‘nyelau’.
Saprudin mengakui adanya risiko besar tersebut bagi warga yang hendak mengakses layanan kesehatan. Ia pun mulai melobi pemerintah daerah agar memberikan perhatian khusus pada titik-titik krusial di jalur tersebut.
”Karena jalannya riskan, saya sudah minta tolong agar dikondisikan. Mengingat itu wilayah wisata dan juga akses dekat Polindes,” tambah Saprudin.
Sebagai jalan tengah di tengah paceklik anggaran, Saprudin hanya bisa menjanjikan penambalan lubang di titik yang paling parah sebagai solusi darurat. Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu liar yang berkembang di lapangan.
Politisi Dapil 3 ini berjanji akan terus menekan pemerintah agar jalan Loyok-Gelora tetap menjadi skala prioritas pada tahapan selanjutnya.
“Intinya tetap kita perjuangkan karena itu adalah wilayah saya, akan kita kawal sampai tuntas,” pungkasnya.
(arul/PorosLombok)
















