(PorosLombok.com) – Denyut ekonomi pelaku usaha mikro di Lombok Timur pasca-penyaluran bantuan modal mulai menunjukkan tren positif.
Suntikan dana stimulan ini diharapkan bertransformasi menjadi penguatan stok barang di tingkat pedagang kecil sebagai titik balik kebangkitan ekonomi daerah.
”Saya yakin, dengan adanya penambahan modal bagi pelaku usaha mikro ini, ekonomi mereka akan kembali bangkit,” ujar Kabid Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi Lombok Timur, Zulkarnain. Selasa (13/01/2026).
Ketersediaan modal segar dinilai memberi napas baru bagi pedagang di Lotim untuk memperluas variasi dagangan. Hal ini menjadi target utama pemerintah agar bantuan tidak sekadar habis dikonsumsi, melainkan produktif secara ekonomi.
”Walaupun jumlahnya mungkin tidak terlalu besar, jika dimanfaatkan secara optimal, saya optimis pendapatan mereka akan meningkat,” tambah Zulkarnain.
Zulkarnain menjelaskan bahwa kunci keberhasilan pasca-penyaluran ini terletak pada keberanian pedagang menambah inventaris usaha.
Ia memproyeksikan adanya lompatan omzet yang signifikan seiring bertambahnya pilihan produk bagi konsumen.
”Misalnya dengan menambah stok barang baru,” imbuh Zulkarnain saat menjelaskan strategi peningkatan pendapatan pelaku usaha di wilayahnya.
Pihak Dinas Koperasi Lotim kini tengah bersiap melakukan pengawalan ketat melalui monitoring langsung ke lapangan.
Langkah ini diambil untuk melihat sejauh mana bantuan modal tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
”Rencana kita akan turun ke lapangan nanti untuk verifikasi dan monev (monitoring dan evaluasi),” jelas Zulkarnain.
Monitoring pasca-bantuan ini sangat krusial untuk memvalidasi efektivitas penggunaan dana stimulan di tingkat bawah.
Tim dijadwalkan turun guna memastikan bantuan benar-benar memberikan nilai tambah bagi perkembangan usaha mikro secara berkelanjutan.
”Survei secara mendalam memang belum sempat karena masih fokus proses administrasi, namun kita akan segera turun melihat perkembangannya,” pungkas Zulkarnain.
(arul/PorosLombok)
















