(PorosLombok.com) – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, memberikan peringatan keras kepada jajarannya agar tidak menunda pengerjaan program tahun 2026 demi menghindari penumpukan proyek di penghujung tahun anggaran.
”Jangan sampai muncul lagi kebiasaan buruk menunda eksekusi kegiatan yang sudah final, terutama proyek fisik yang sudah jelas kontraknya sejak awal tahun,” tegas Bupati Haerul Warisin atau yang akrab disapa H.Iron ini saat memimpin Rakor di Pendopo, Rabu (14/1/2026)
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab penuh atas penggunaan anggaran kini berada langsung di tangan para pimpinan dinas, sehingga tidak ada lagi celah untuk lempar tanggung jawab jika target gagal tercapai.
”Pengelolaan keuangan sekarang melekat pada kepala dinas sebagai pengguna anggaran, jadi efektivitas penyerapan dana adalah bukti nyata profesionalitas saudara,” lanjutnya.
Meski menuntut gerak cepat, Bupati tetap mengapresiasi keberhasilan pengelolaan keuangan tahun 2025 yang mencatatkan pendapatan daerah sebesar 100,78 persen dengan belanja daerah mencapai 98,33 persen.
”Capaian kinerja keuangan 2025 memang patut disyukuri, namun jangan sampai prestasi tersebut membuat saudara berpuas diri hingga menurunkan ritme kerja di tahun baru ini,” imbaunya.
Prestasi paling mentereng dalam satu dekade terakhir justru datang dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Timur yang sukses menyentuh angka 99,50 persen.
”PAD kita sukses memecahkan rekor tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir dan transfer keuangan pusat pun melampaui target hingga 101,02 persen,” lapor Sekda Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik.
Sekda memastikan seluruh administrasi mulai dari DPA hingga sistem pengadaan barang dan jasa (SIRUP) sudah siap jalan demi mendukung target percepatan pembangunan yang dicanangkan pimpinan.
”DPA sudah siap dan saya minta pejabat paham mekanisme pencairan baik itu UP, GU, TU, maupun LS agar tidak ada hambatan teknis di lapangan,” pungkas Juaini Taofik menutup laporannya.
(Redaksi/PorosLombok)















