Strategi Pemda Lotim Hapus Kemiskinan di 38 Desa Pinggir Laut

(PorosLombok.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memberikan perhatian khusus terhadap nasib penduduk wilayah selatan di puluhan titik pesisir karena kondisi kesejahteraannya dianggap masih sangat tertinggal.

​”Ada 38 desa pinggir pantai kami sepanjang pantai ini kalau kita lihat dari IPM-nya, ya dari sub PDRB-nya memang masih senjang, Pak,” ujar Sekda H. Muhammad Juaini Taofik. Sabtu (17/01/2026).

​Pernyataan tersebut disampaikan saat Sekretaris Daerah menghadiri agenda Pengabdian Masyarakat dalam rangka Dies Natalis ke-59 Fakultas Pertanian Universitas Mataram yang dipusatkan di Desa Ekas Buana.

​”Kami berterima kasih karena Universitas Mataram kembali mendarmabaktikan sumber dayanya untuk kemajuan daerah ini,” terangnya.

​Langkah strategis tersebut diklaim sinkron dengan visi besar bertajuk SMART gagasan H. Haerul Warisin dan H. Moh. Edwin Hadiwijaya dalam mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

​”Apresiasi kami sampaikan kepada Rektor UNRAM beserta jajarannya sebab inisiatif tersebut selaras dengan program pembangunan pemerintah daerah,” katanya.

​Otoritas wilayah berencana mendirikan fasilitas riset rumput laut modern di Ekas Buana guna menjamin ketersediaan bibit unggulan sekaligus memodernisasi pola budidaya nelayan demi mendongkrak pendapatan.

​”Kami optimis produktivitas masyarakat akan meningkat pesat berkat dukungan riset dan tata kelola yang lebih baik,” jelasnya.

​Selain memperkuat finansial warga, eksekutif juga fokus memangkas pengeluaran biaya harian melalui penyediaan sarana medis berstandar global agar penduduk setempat mendapatkan proteksi kesehatan mumpuni.

​”Meningkatkan pendapatan saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan penurunan beban hidup, yang mana akan diwujudkan lewat pembangunan Klinik Kesehatan Internasional,” tegasnya.

​Juaini menitipkan pesan supaya kerja sama antara pemangku kebijakan dengan institusi pendidikan tetap langgeng serta berkelanjutan meskipun nantinya terjadi pergantian kepemimpinan di struktur birokrasi kampus.

​”Kami berharap hubungan antara UNRAM dan Lombok Timur semakin mesra untuk terus mengikis jurang pemisah di tengah publik,” pungkasnya.

(Redaksi/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU