(PorosLombok.com) – Perhelatan Gawe Sosial Masbagik yang dirangkaikan dengan Hultah Forum Masbagik Bersatu berlangsung sukses besar. Ribuan masyarakat memadati jalanan hingga membuat lapak kuliner lokal diserbu warga.Minggu (18/01/2026).
Ketua Panitia Gawe Sosial Masbagik, Gema Akhmad Muzakkir, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut. Ia mengapresiasi kehadiran para tokoh dan masyarakat yang memenuhi lokasi kegiatan.
Gema mengungkapkan bahwa persiapan acara ini tergolong sangat singkat. Meski hanya dipersiapkan kurang dari satu bulan, kolaborasi warga di sepuluh desa Kecamatan Masbagik membuat acara ini sukses luar biasa.
”Memang waktu kita tidak lama memproses acara ini, kurang dari satu bulan. Tapi berkat dukungan masyarakat dan jempol tokoh agama kita, bisa terlaksana seperti saat ini,” ujar Gema dalam sambutannya.
Salah satu fokus utama acara ini adalah peresmian aset pertokoan milik Masjid Jami’ Al-Akbar Masbagik. Gema menyebut keberadaan aset komersial ini merupakan langkah besar bagi kemandirian masjid.
”Konsepnya membangun toko bersama DKM, tiga bulan dibangun dan itu luar biasa. Kita harus bangga punya masjid yang memiliki aset untuk dukung operasional, bayar listrik, hingga santunan,” tambahnya.
Antusiasme warga dalam agenda jalan sehat juga diakuinya melampaui prediksi. Jumlah massa yang hadir membeludak hingga lima kali lipat dari target awal panitia.
”Target kita hanya 5.000, ternyata yang datang kurang lebih 25.000 orang. Termasuk adanya santunan bagi 500 anak yatim yang disiapkan DKM Masbagik,” jelas Gema.
Melihat partisipasi masif dari 85.000 penduduk Masbagik, Gema berharap pemerintah menjadikan kegiatan ini sebagai ikon tahunan. Ia mendorong dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah maupun pusat.
Keberhasilan mewujudkan kemandirian ekonomi melalui aset produktif ini pun mendapat apresiasi dari Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Menurutnya, ini adalah buah dari mimpi yang telah dibahas sejak dua tahun lalu.
”Dua tahun lalu mereka menyampaikan mimpi menjadi percontohan Masjid Mandiri secara finansial agar syiar lebih leluasa. Alhamdulillah, hari ini mimpi itu terwujud,” tutur Lalu Muhamad Iqbal.
Iqbal mendorong agar model pemanfaatan tanah wakaf menjadi pertokoan ini ditiru ribuan masjid lainnya di NTB. Hal ini bertujuan agar setiap rumah ibadah memiliki sumber dana mandiri.
”Kita mendorong ini menjadi model. Hasil sewa toko menjadi dana yang dikelola masjid, dan menariknya semua unit toko sudah laku disewa jemaah sendiri bahkan sebelum dibuka,” pungkas Gubernur.
(arul/PorosLombok)















