Status Penanganan Bencana di NTB Rencananya Bakal Dinaikkan ke Skala Provinsi

(PorosLombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini tengah fokus melakukan penanganan terhadap dampak bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah secara bersamaan.

​”Kita bersama-sama menangani bencana yang sedang terjadi di Nusa Tenggara Barat karena saat ini kita menghadapi banyak musibah,” ujar Kepala Dinas Sosial NTB, Ahmad Masyhuri.Senin kemarin (19/01/2025).

​Langkah koordinasi terus diperkuat dengan merangkul berbagai pemangku kepentingan guna memastikan distribusi bantuan logistik menjangkau masyarakat terdampak.

​”Untuk mempercepat proses penanganan, kami meminta dukungan dari para sponsor dan stakeholder terkait agar bisa membantu,” ungkap Ahmad Masyhuri.

​Ia menjelaskan bahwa koordinasi dengan pihak eksternal dilakukan lantaran proses rekonsiliasi administrasi di tingkat kementerian dan BNPB masih terus berjalan.

​”Hal ini menyebabkan adanya hambatan mengenai kecepatan suplai bantuan, maka dari itu kita butuh gerak bersama,” jelas Masyhuri.

​Berdasarkan hasil pemetaan di lapangan, banyak warga yang mengalami kerugian materiil mulai dari kerusakan perumahan hingga kehilangan peralatan rumah tangga.

​”Kebutuhan yang paling mendesak adalah sandang, pangan, dan perumahan bagi korban yang rumahnya hanyut atau rusak,” tuturnya.

​Meski intervensi awal telah dilakukan bersama Gubernur NTB, ketersediaan logistik perlu dipastikan tetap aman guna mencukupi kebutuhan beberapa hari ke depan.

​”Kondisi saat ini sudah kami intervensi kemarin bersama Bapak Gubernur, namun ada keterbatasan untuk memenuhi kebutuhan masa tanggap darurat,” akunya.

​Mengingat cakupan wilayah terdampak yang kini meluas ke beberapa kabupaten, pemerintah daerah berencana melakukan penyesuaian status penanganan.

​”Status ini akan dinaikkan menjadi skala provinsi supaya bisa memanfaatkan BTT (Biaya Tak Terduga) baik di tingkat kabupaten maupun provinsi,” tegas Masyhuri.

​Sejauh ini, Dinas Sosial NTB mencatat total bantuan yang telah disalurkan ke masyarakat terdampak sudah menyentuh angka hampir Rp100 juta.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU