PorosLombok.com — Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju Lombok Barat bersiap menggelar operasi Percutaneous Coronary Intervention atau pemasangan ring jantung perdana untuk mempermudah akses warga setempat, Jumat (18/9/2026).
Direktur RSUD Tripat, dr. H. Suriyadi, Sp.An-TI., FISQua, menyebutkan bahwa langkah inovatif ini diambil setelah melihat tren lonjakan penderita gangguan pembuluh darah serta jantung di wilayah Lombok Barat yang terus merangkak naik saban tahun.
Data internal mencatat penderita penyakit jantung mencapai 1.700 kasus pada 2021, lalu merangkak naik menjadi 2.096 penderita pada 2022, hingga akhirnya melonjak drastis menyentuh angka 3.996 kasus pada 2024.
”Dengan hadirnya layanan PCI ini, kami ingin menghadirkan pelayanan yang lebih dekat bagi penderita penyakit jantung. Kolaborasi ini diharapkan dapat melayani pasien sehingga mereka tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah,” ujarnya.
Guna memastikan mutu pelayanan berjalan aman, manajemen rumah sakit telah menempuh proses panjang pendampingan pengampuan nasional bersama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta serta pengampuan regional RSUP NTB.
Direktur Keuangan dan BMN RSIPD Harapan Kita, Tri Hartono Rianto, SE, MBus, Ak, CA, CPMA, ASEAN CPA, QHIA, mengonfirmasi dua dokter spesialis asal Lombok Barat telah rampung menimba ilmu lewat pelatihan khusus.
”Sebagai bentuk dukungan, RS Jantung Harapan Kita juga menghadirkan dokter dan perawat langsung ke Lombok Barat untuk memantau jalannya operasi perdana ini,” terangnya.
Pihak RS Jantung Harapan Kita berkomitmen penuh mengawal tindakan medis perdana tersebut agar berjalan sesuai standar operasional yang baku demi keselamatan para pasien yang ditangani di Lombok Barat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Hj. Erni Suryana, S.Si., MM, menegaskan pembiayaan tindakan medis canggih ini sudah masuk dalam skema penjaminan pemerintah daerah setempat.
Masyarakat yang membutuhkan tindakan intervensi koroner tidak perlu cemas memikirkan biaya karena seluruh proses pelayanan dapat ditanggung penuh melalui program BPJS Kesehatan maupun skema Universal Health Coverage.
Integrasi jaminan kesehatan ini dihadirkan agar warga berpenghasilan rendah tetap bisa menikmati penanganan medis darurat berteknologi tinggi secara gratis tanpa terkendala urusan administrasi finansial.
Inovasi penambahan fasilitas medis baru ini diharapkan mampu memangkas jarak penanganan darurat bagi penderita serangan jantung akut di seluruh penjuru Kabupaten Lombok Barat dan sekitarnya.
Kehadiran layanan PCI di RSUD Tripat menjadi tonggak penting perbaikan fasilitas kesehatan daerah sehingga warga tak perlu lagi merogoh kocek lebih besar untuk berobat ke luar pulau.
Langkah maju ini sekaligus membuktikan kesiapan rumah sakit daerah dalam meningkatkan mutu pelayanan publik yang komprehensif, modern, profesional, serta berorientasi pada kebutuhan riil warga.
Jajaran manajemen RSUD Tripat pun mengapresiasi dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam mewujudkan kemandirian layanan kesehatan di daerah tersebut.
”RSUD Patut Patuh Patju menyampaikan terima kasih atas segala dukungan dan kepercayaan masyarakat untuk terus bertumbuh dan melayani dengan sepenuh hati,” pungkasnya.*


















