Geger Korsleting Listrik di desa Kerumut Api Muncul Mendadak Picu Kepanikan Warga

Korsleting listrik di Desa Kerumut, Lombok Timur memicu kepanikan warga pada Rabu malam (18/02). Petugas bergerak cepat padamkan api demi amankan pemukiman padat.

Lombok Timur, Poros Lombok – Warga Dusun Dasan Lendang, Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, mendadak heboh pada Rabu malam (18/02). Percikan api muncul secara tiba-tiba dari jaringan kabel PLN dan memicu ketakutan luar biasa bagi masyarakat sekitar.

​”Peristiwa ini dipicu oleh hubungan arus pendek yang seketika membuat warga di sekitar lokasi panik,” kata Danru Regu 1 Damkar Lombok Timur, Huzaini.

​Kepanikan warga Kerumut Lombok Timur memuncak karena posisi api dekat pemukiman padat. Personel Bhabinkamtibmas segera bergegas menuju pos penjagaan guna melaporkan insiden darurat tersebut tepat pukul 19.58 WITA.

​Huzaini menjelaskan bahwa tim piket langsung merespons laporan tersebut. Para personel segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan asesmen dini terhadap objek yang terbakar.

​Satu unit armada meluncur cepat guna memastikan api tidak merembet ke rumah penduduk. Tim gabungan mencapai titik koordinat hanya dalam waktu delapan menit setelah menerima informasi resmi dari pihak kepolisian.

​”Langkah pemadaman kami lakukan secara intensif guna memastikan si jago merah tidak merembet ke bangunan rumah penduduk,” ujarnya.

​Gangguan teknis jaringan kabel ini mengakibatkan aliran listrik Desa Kerumut padam total. Petugas menghentikan distribusi setrum sementara waktu sebagai prosedur keselamatan agar proses penanganan berjalan lancar serta aman.

​Pihak pemadam mengonfirmasi tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Kejadian tersebut murni melibatkan kerusakan aset perusahaan negara di wilayah Lombok Timur, terangnya.

​Tim lapangan berhasil mengendalikan situasi secara menyeluruh tepat pada pukul 20.18 WITA. Personel melakukan pengecekan ulang pada setiap sudut instalasi guna mencegah munculnya potensi kebakaran susulan di kawasan padat.

​”Total kerugian materiil akibat kerusakan instalasi kelistrikan tersebut hingga saat ini masih dalam proses pendataan,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU