(PorosLombok.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengalokasikan anggaran bantuan sosial jumbo guna memperkuat sarana prasarana berbagai organisasi religi. Langkah ini menunjukkan komitmen nyata eksekutif dalam merangkul lembaga keagamaan sebagai mitra strategis pembangunan daerah.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Lombok Timur Jamali menegaskan dana besar tersebut menyasar tempat ibadah hingga pusat pendidikan Islam. Pihaknya memfokuskan bantuan pada masjid, musala, TPQ, serta majelis taklim yang memerlukan dukungan infrastruktur fisik.
”Pemerintah daerah menganggarkan dana untuk lembaga seperti masjid, musala, TPQ, dan majelis taklim itu sejumlah 7,24 miliar rupiah,” ujarnya Selasa (24/02).
Penerima manfaat mencakup instansi yang membutuhkan dukungan operasional guna menunjang kegiatan syiar di tengah masyarakat. Upaya ini bertujuan meningkatkan kualitas pembinaan umat serta menjaga kerukunan antaragama secara berkelanjutan.
”Saat ini kita sedang mempersiapkan untuk mengusulkan pembayarannya di bulan puasa ini, insyaallah segera cair,” katanya.
Alokasi finansial tersebut menyasar kelompok yang mengirimkan berkas permohonan sejak rentang April hingga September tahun lalu. Tim teknis melakukan verifikasi ketat agar penyaluran dana tepat sasaran serta memenuhi unsur akuntabilitas transparan.
”Diusahakan bantuan tersebut akan cair bagi pemohon yang telah masuk pada periode sebelumnya,” jelasnya.
Fasilitas belajar memadai menjadi prioritas utama agar aktivitas kemasyarakatan berjalan lebih optimal sekaligus nyaman bagi para santri. Pemerintah fokus mendorong mutu pendidikan nonformal demi mencetak generasi muda yang memiliki akhlak mulia.
”Pemerintah daerah optimis peran lembaga dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat karakter generasi muda akan semakin meningkat,” pungkasnya.
Program hibah ini segera menstimulasi kemandirian lembaga keagamaan dalam mengelola berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi publik.*
















