Wabup Lotim Sebut Menu Makan Bergizi Gratis Urusan BGN Bukan Satgas

Wabup Lotim menegaskan Satgas daerah tidak punya wewenang intervensi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), karena itu mutlak otoritas Badan Gizi Nasional (BGN).

PorosLombok.com – Wakil Bupati Lombok Timur HM. Edwin Hadiwijaya menegaskan Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) daerah tidak memiliki kewenangan mengintervensi menu pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

​Pemerintah daerah melalui satgas hanya menjalankan fungsi pemantauan dan pengawasan tertentu tanpa menyentuh ranah teknis penyusunan daftar makanan yang disiapkan oleh pihak dapur sesuai aturan dalam surat keputusan.

​”Berdasarkan SK, tugas Satgas MBG di daerah hanya melakukan monitoring dan beberapa fungsi pendampingan saja,” katanya.Jumat kemarin (06/03/2026).

​Pengawasan tersebut lebih berfokus pada aspek lingkungan pendukung seperti pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada setiap SPPG guna memastikan proses produksi makanan tetap higienis bagi masyarakat.

​”Pemda tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi menu, apalagi satgas yang sifatnya pendampingan,” jelasnya.

​Penentuan kandungan gizi serta penyusunan variasi menu sepenuhnya menjadi hak prerogatif pihak dapur yang berkoordinasi langsung dengan Badan Gizi Nasional (BGN) tanpa campur tangan birokrasi dari pemerintah daerah.

​”Kita hanya bisa meng-cover melalui sosialisasi agar kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita benar-benar terlayani,” ujarnya.

​Langkah sosialisasi ini dilakukan agar program strategis nasional tersebut tepat sasaran menyasar kelompok rentan sehingga angka kecukupan gizi di wilayah ini dapat meningkat secara signifikan melalui distribusi merata.

​”Kita hanya bisa menghimbau dapur agar kelompok 3B tidak terlewatkan dalam pelaporan,” jelasnya.

​Setiap satuan pelayanan telah dibekali tenaga ahli gizi mandiri serta sistem pengelolaan terstandarisasi yang dikontrol ketat secara berkala guna menjaga kualitas pangan yang dibagikan kepada seluruh penerima manfaat.

​”Tidak semua dapur MBG menyajikan menu yang tidak layak dikonsumsi atau kurang dari sisi kecukupan gizi,” katanya.

​”Dengan bertambahnya dapur MBG di Lombok Timur, kita berharap kualitas dan variasi menu juga semakin baik dan sesuai dengan kebutuhan usia penerima manfaat,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU