PorosLombok.com — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa menyalurkan bantuan uang tunai bagi warga terdampak musibah kebakaran hebat di Desa Kalimango, Kecamatan Alas. Penyerahan donasi berlangsung khidmat pada Senin (23/03/2026) di lokasi pengungsian.
Insiden tragis yang menghanguskan sedikitnya 30 unit rumah penduduk tersebut memicu gelombang solidaritas luas dari berbagai elemen organisasi politik. Kehadiran pengurus partai menjadi bukti nyata keberpihakan terhadap rakyat yang sedang berduka.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk simpati mendalam dari seluruh kader partai moncong putih. Pihaknya berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
”Nilainya mungkin tidak besar, namun ini adalah wujud nyata kepedulian kami kepada saudara yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya.
Aksi kemanusiaan ini merupakan instruksi langsung dari Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTB, H. Rahmad Hidayat. Total nilai donasi mencapai angka Rp25 juta yang bersumber dari gotong royong kader untuk meringankan beban ekonomi keluarga terdampak.
”PDI Perjuangan hadir sebagai representasi partai yang memiliki kepekaan sosial tinggi terhadap luka batin yang dialami para korban di lapangan,” katanya.
Penyaluran dana bertujuan memulihkan kondisi psikososial warga Kalimango agar mereka segera bangkit dari keterpurukan. Penanganan pascabencana menjadi prioritas utama agar masyarakat tidak merasa sendirian dalam menghadapi ujian hidup yang berat.
”Ketua DPD menitipkan salam hormat serta doa mendalam bagi seluruh warga terdampak meskipun beliau berhalangan hadir secara fisik di lokasi,” jelasnya.
Dukungan penuh dari pimpinan wilayah memastikan proses distribusi logistik serta bantuan finansial berjalan tepat sasaran. Akuntabilitas penyaluran bantuan dijaga ketat agar setiap rupiah benar-benar menyentuh tangan mereka yang paling membutuhkan.
”Kami juga telah berkomunikasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana DPP untuk mengupayakan adanya tambahan bantuan lanjutan di masa mendatang,” tuturnya.
Skema Pembiayaan dan Pembangunan Rumah Layak Huni
Koordinasi lintas struktural partai diharapkan mampu mempercepat proses rehabilitasi infrastruktur pemukiman. Sinergi antara tingkat cabang, daerah, hingga pusat menjadi kunci utama dalam menangani dampak bencana kebakaran yang cukup masif ini.
”Kepada seluruh keluarga korban, kami berharap tetap sabar serta kuat menghadapi ujian berat ini karena pasti ada hikmah yang tersimpan,” ucapnya.
Catatan internal menunjukkan bahwa wilayah Kabupaten Sumbawa telah mengalami tiga kali insiden kebakaran hebat hanya dalam kurun waktu satu bulan. Tren peningkatan kasus kebakaran ini menuntut kesiapsiagaan semua pihak dalam mitigasi bencana.
”Rentetan kejadian ini mencakup dua titik di Kecamatan Alas dan satu titik lainnya berada di wilayah Kecamatan Moyo Hilir,” ungkapnya.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah strategis guna membangun kembali hunian permanen bagi puluhan kepala keluarga. Ketersediaan tempat tinggal yang layak menjadi kebutuhan mendesak agar stabilitas sosial masyarakat kembali normal.
”Saya meyakini Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa sudah merencanakan skema matang untuk pemulihan infrastruktur pemukiman warga yang terdampak,” jelasnya.
Penggunaan dana Belanja Tidak Terduga yang bersumber dari APBD Kabupaten menjadi salah satu opsi rasional untuk konstruksi rumah. Optimalisasi anggaran daerah harus difokuskan pada pemenuhan hak dasar warga yang kehilangan tempat berteduh tersebut.
”Skema pembiayaan ini bisa diperkuat melalui sistem bagi hasil anggaran antara Pemerintah Provinsi NTB dengan dukungan finansial dari lembaga Baznas,” tambahnya.
Kolaborasi antar lembaga dinilai mampu meningkatkan kualitas bangunan sehingga mencapai standar kelayakan huni yang ideal. Estimasi biaya pembangunan minimal sebesar Rp50 juta per unit dianggap cukup memadai untuk membangun kembali harapan warga.
”Langkah integrasi anggaran sangat penting agar beban finansial daerah tidak terlalu berat namun hasil pembangunan tetap maksimal dan akuntabel,” tegasnya.
Peningkatan sarana pemadam kebakaran di Kecamatan Alas juga menjadi prioritas mendesak guna meminimalisir potensi kerugian material. Penambahan unit armada Damkar yang laik jalan sangat dibutuhkan untuk mempercepat respons penanganan di lapangan,*
















