PorosLombok.com – Seorang pemuda asal Aik Ambung, Desa Masbagik Timur, dilaporkan hilang setelah terhempas ombak besar di kawasan wisata Tanjung Beloam. Insiden maut ini terjadi saat korban sedang berwisata bersama saudara perempuannya pada Selasa (24/3/2026).
Identitas korban diketahui bernama Naufal (34) yang terseret arus kuat ke tengah laut sekitar pukul 14.00 WITA. Kondisi geografis yang ekstrem dan ketiadaan sinyal komunikasi di lokasi kejadian sempat menghambat proses pelaporan darurat kepada petugas.
Kapolsek Jerowaru IPTU Abdul Hadi menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat adik korban bernama Luqyana Kamaria mencoba menyeberang menuju gili kecil. Namun, tiba-tiba gelombang tinggi datang menghantam tubuh perempuan tersebut hingga terseret air.
”Korban berusaha menyelamatkan adiknya, namun setelah berhasil membantu, ia justru tidak dapat menahan derasnya ombak,” katanya.
IPTU Abdul Hadi menyebut Naufal diduga kehabisan tenaga setelah berhasil mendorong sang adik ke area yang lebih aman. Akibatnya, pemuda tersebut langsung tertelan pusaran air laut yang saat itu sedang dalam kondisi genting dan berarus kencang.
”Korban tidak dapat menyelamatkan diri setelah berhasil membantu adiknya, hingga saat ini keberadaannya belum ditemukan,” jelasnya.
Saksi mata di sekitar tempat kejadian perkara sempat melakukan upaya pencarian mandiri melalui jalur darat menyisir tebing batu. Kendati demikian, luasnya area pencarian dan medan yang terjal membuat warga kesulitan menemukan tanda-tanda keberadaan pria malang itu.
”Beberapa saksi sudah berusaha mencari lewat jalur darat, namun pencarian secara resmi akan dilanjutkan besok pagi,” ujarnya.
Akses menuju Tanjung Beloam yang berada di Dusun Sunut memang dikenal sulit karena jauh dari pemukiman penduduk. Status lokasi yang masuk zona blank spot membuat informasi kecelakaan laut ini baru bisa diteruskan ke pihak kepolisian beberapa jam kemudian.
IPTU Abdul Hadi memaparkan tim gabungan yang terdiri dari SAR Lombok Timur, Polairud, serta TNI-Polri kini sudah bersiaga di Pantai Pink. Mereka tengah melakukan konsolidasi teknis guna mempersiapkan sarana prasarana operasi penyelamatan pada pagi hari.
”Pencarian akan dilanjutkan besok pagi sekitar pukul 07.00 WITA, semoga cuaca mendukung dan korban segera ditemukan,” katanya.
Personel kepolisian tetap berjaga di sekitar pesisir untuk memantau pergerakan arus laut yang masih fluktuatif di lokasi musibah. Upaya ini dilakukan sembari menunggu kedatangan armada tambahan dari unit siaga Basarnas guna memperluas radius penyisiran di perairan selatan.
”Kami terjunkan personel penuh guna menyisir titik koordinat hilangnya korban agar proses evakuasi berjalan maksimal,” pungkasnya.*
















