PorosLombok.com – Eskalasi konflik bersenjata antara Iran melawan Israel yang melibatkan Amerika Serikat mulai memukul telak sektor pariwisata mancanegara di kawasan Sembalun, Lombok Timur. Kondisi keamanan global tersebut memicu pembatalan massal kunjungan turis asing ke kaki Gunung Rinjani.
Para pelaku jasa wisata di dataran tinggi tersebut kini hanya mengandalkan pergerakan pelancong domestik untuk menyambung napas ekonomi daerah. Dampak nyata dari ketegangan di Timur Tengah ini terpantau kian meluas pada Sabtu (28/03/2026).
”Sejak tanggal 21 di hari Sabtu itu tamu-tamu sudah mulai berdatangan dan penginapan di sekitar Pergasingan rata-rata full,” kata Pengelola Tangga Bungalow H.Haras.
Haras menjelaskan bahwa tingginya animo pengunjung khususnya wisata gunung memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Namun, lonjakan ini sepenuhnya didominasi oleh pergerakan wisatawan dari dalam negeri saja.
”Eskalasi di Timur Tengah yang semakin meningkat otomatis berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan mancanegara karena mereka khawatir,” ujarnya.
Konflik Timur Tengah Pukul Sektor Pariwisata Internasional
Pengelola mengamati adanya perbedaan mencolok pada musim pendakian kali ini dibandingkan dengan periode Maret atau April pada tahun-tahun sebelumnya. Ketegangan geopolitik dunia membuat turis mancanegara belum berani menginjakkan kaki di Sembalun.
”Nyaris untuk setelah Lebaran ini tamu-tamu bule belum ada karena memang pengaruh konflik yang ada di Timur Tengah ini,” jelasnya.
Situasi tersebut menyebabkan keterisian kamar saat ini murni berasal dari pelancong asal Bali, Sumbawa, Jakarta, hingga warga NTB sendiri. Pelaku usaha jasa wisata harus memutar strategi karena pasar luar negeri masih belum menampakkan keberadaannya.
”Alhamdulillah sangat berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat atau kita-kita yang mengelola jasa wisata meskipun hanya tamu lokal,” katanya.
Haras mengakui bahwa ketidakpastian jalur penerbangan internasional menjadi faktor utama yang menghambat kedatangan para pendaki dari berbagai belahan dunia. Kondisi tersebut memaksa pelaku industri wisata untuk fokus menjaga kualitas layanan bagi tamu domestik.
”Kami terus memantau perkembangan namun untuk sementara ini memang tamu domestik yang datang ke Sembalun,” ujarnya.
Sementara itu, para pengunjung lokal mengaku tetap bersemangat mendatangi kawasan pegunungan meski dibayangi oleh kondisi cuaca yang sedang tidak menentu. Hasrat untuk menikmati panorama alam tetap mengalahkan kekhawatiran terhadap perubahan iklim ekstrem.
”Walaupun cuacanya cukup dingin, keinginan kami untuk datang ke Sembalun ini sangat tinggi karena suasananya strategis,” kata Pengunjung asal Pringgasela Jaya Kusuma.
Jaya mengungkapkan bahwa daya tarik utama wilayah ini terletak pada pemandangan puncak Gunung Rinjani dan area perkemahan yang sangat asri. Ia menilai fasilitas hunian yang tersedia saat ini sangat mendukung konsep wisata alam yang menyatu.
”Alhamdulillah kami tidak ada khawatir karena pemerintah sigap memperbaiki akses yang kemarin sempat ada longsor,” jelasnya.
Wisatawan juga menyoroti keramahtamahan para pemilik penginapan yang sangat menonjolkan aspek kekeluargaan dalam menyambut setiap kedatangan tamu. Hal tersebut menjadi salah satu alasan utama mengapa Sembalun tetap menjadi destinasi rekomendasi keluarga.
”Pelayanan di sini sangat friendly dan kami merasa sangat nyaman menginap bersama keluarga besar,” katanya.
Terkait pengembangan wilayah ke depan, masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikan berbagai inovasi fasilitas publik yang lebih modern dan kompetitif. Pembangunan sarana pendukung dinilai akan semakin memperkuat posisi daya tawar daerah.
”Kami menyambut baik rencana pembuatan kereta gantung seperti di luar negeri karena akan menarik lebih banyak pengunjung,” ujarnya.
Jaya menambahkan bahwa penyediaan wahana bermain anak dan sarana hiburan yang lengkap akan membuat wisatawan betah berlama-lama menghabiskan waktu libur. Ia menyarankan pemerintah segera melengkapi fasilitas hiburan pendukung lainnya di pusat keramaian.
”Wahana bermain perlu ditambahkan karena view di sini sudah sangat bagus namun fasilitas bermain masih jarang,” jelasnya.
Kendati mendukung pembangunan fisik, pihak pengunjung tetap mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem dan kualitas alam Rinjani secara ketat. Prosedur perizinan yang berkaitan dengan lingkungan wajib menjadi prioritas utama pihak berwenang.
”Persoalan dampak lingkungan atau AMDAL harus diperhitungkan dengan baik oleh pemerintah agar alam tetap terjaga,” terangnya.
Optimalisasi promosi wisata lokal kini menjadi kunci utama agar roda ekonomi di kaki Rinjani tidak berhenti berputar akibat guncangan isu dunia. Sinergi antara pemerintah, investor, dan warga lokal diharapkan mampu menciptakan pariwisata yang berkelanjutan.
”Intinya semua pihak harus memikirkan agar pembangunan ini menguntungkan masyarakat sekitar dan memajukan daerah kita,” pungkasnya.*
















