Data Terbaru Pemprov NTB Mengenai Warga di Wilayah Konflik Timur Tengah

Pemprov NTB pantau intensif 155 PMI dan mahasiswa di Iran guna pastikan keselamatan mereka di tengah eskalasi konflik senjata antara Iran melawan Amerika serta Israel

PorosLombok.com – Pemprov NTB memperketat pengawasan terhadap keselamatan ratusan warganya yang berada di wilayah Timur Tengah menyusul eskalasi konflik bersenjata di kawasan tersebut antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

​Langkah cepat ini bertujuan menjamin perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) maupun jamaah yang masih berada di daerah terdampak perang guna memastikan tidak ada warga NTB yang menjadi korban jiwa dalam serangan militer tersebut.

​“Tercatat ada 155 PMI asal NTB yang berada di sana, sebagian besar tersebar di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait,” kata Kadiskominfotik sekaligus Jubir Pemprov NTB Dr. Ahsanul Khalik, Rabu (04/03/2026).

​Selain kelompok pekerja migran, Pemprov NTB mendeteksi keberadaan sekitar 1.415 warga NTB yang melaksanakan ibadah umrah di tanah suci, meskipun mayoritas dari mereka dilaporkan sudah tiba kembali di tanah air dengan kondisi yang sehat walafiat.

​“Pak Gubernur terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak KBRI dan KJRI di daerah terdampak konflik tersebut,” jelasnya.

​Pemprov NTB menegaskan hingga saat ini seluruh warga NTB masuk dalam pantauan penuh secara intensif dan dipastikan dalam kondisi selamat tanpa adanya laporan mengenai dampak fisik atau cedera serius akibat ledakan bom maupun pertempuran senjata.

​“Belum ada laporan mengenai dampak fisik yang menimpa warga kita di sana,” katanya.

​Meski demikian, terdapat laporan dari lapangan yang menyebutkan warga merasakan guncangan hebat akibat ledakan rudal jarak jauh sehingga memicu kepanikan luar biasa bagi para pekerja migran yang tinggal di sekitar lokasi pemukiman tersebut.

​“Karena ini bukan perang dengan senjata biasa, dampaknya bisa menyasar ke mana saja, sehingga warga hanya bisa memantau situasi dari televisi,” ujarnya.

​Pemprov NTB kini sedang fokus melakukan koordinasi mendalam dengan Kementerian Luar Negeri untuk mendata valid jumlah mahasiswa asal Bumi Gora yang sedang menempuh studi di Iran guna mengantisipasi skenario evakuasi jika kondisi kian memburuk.

​“Kami meminta warga di sana memberikan informasi seakurat mungkin kepada keluarga agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan,” jelasnya.

​“Kami pastikan saat ini kondisi warga kita aman, mari kita tetap tenang dan berdoa semoga konflik ini cepat usai dan keluarga kita selalu dalam lindungan-Nya,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU