PorosLombok.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Nusa Tenggara Barat menggelar pengembangan kapasitas kepemimpinan guna memperkuat ideologi dasar kader di Kantor DPW Mataram pada Minggu (12/04/2026).
Langkah taktis ini melibatkan fungsionaris dari seluruh kabupaten dan kota di wilayah NTB. Fokus utama pertemuan adalah menanamkan jati diri serta arah perjuangan partai agar selaras dengan visi besar nasional.
“Ini adalah kegiatan ideologisasi untuk memahami manifesto serta hal mendasar yang wajib dikuasai kader sebagai politisi,” ujar Ketua DPP Koordinator Divisi Pemenangan Teritorial Partai Gelora, Ahmad Faradis.
Ahmad Faradis menjelaskan bahwa konsep kegeloraan menjadi nyawa dalam membangun narasi besar kebangsaan. Ia mendorong setiap anggota mampu menerjemahkan semangat tersebut ke dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
Partai ini memiliki ambisi besar membawa Indonesia masuk dalam lima besar kekuatan global. Kader diminta bersiap menghadapi tatanan dunia baru agar bangsa tidak sekadar menjadi penonton dalam dinamika internasional yang kian kompleks.
Posisi sejajar dengan Amerika Serikat, Rusia, dan China menjadi target jangka panjang yang harus dipersiapkan sejak dini. Kesadaran strategis kader dianggap sebagai kunci utama untuk mengambil peran dalam perubahan tatanan global tersebut.
“Tujuannya agar Indonesia menjadi pemain utama di tingkat dunia bukan sekadar menjadi korban dinamika internasional,” tegasnya.
Strategi Politik Gagasan dan Tantangan Krisis Global Baru
Faradis mengungkapkan bahwa potensi krisis global telah terbaca sejak partai ini berdiri pada tahun 2019 silam. Fenomena tersebut menuntut kader memiliki ketajaman analisis dalam merespons setiap perubahan kebijakan ekonomi maupun politik.
Pentingnya menjaga idealisme politik menjadi penekanan khusus di tengah arus pragmatisme yang semakin menguat. Narasi dan gagasan besar harus tetap berdiri kokoh sebagai fondasi utama dalam setiap langkah perjuangan organisasi.
“Kita berpartai karena membawa narasi besar untuk rakyat, itulah yang membedakan kita dengan kelompok lain,” katanya.
Ketua DPW Partai Gelora NTB, Lalu Pahrurazi, menyatakan bahwa penguatan ideologi merupakan instrumen krusial bagi keberlanjutan partai. Ia menyebut langkah ini bertujuan membangun identitas unik yang membedakan kader Gelora dengan politisi lainnya.
Soliditas internal menjadi sasaran berikutnya guna menyatukan pandangan dari berbagai elemen pendukung. Kohesi yang kuat diyakini mampu meredam potensi konflik serta menyatukan energi dalam menghadapi tribulasi politik yang dinamis.
“Militansi dan loyalitas kader dibentuk agar mereka konsisten memperjuangkan nilai serta visi besar partai,” ujarnya.
Setiap peran publik yang diambil kader harus berfungsi sebagai kompas perjuangan yang terarah bagi kepentingan warga. Gelora berkomitmen memastikan setiap tindakan politik memberikan dampak positif yang dapat dirasakan langsung oleh konstituen.
Upaya mengikis praktik politik transaksional juga menjadi poin utama dalam pendidikan ideologi ini. Pahrurazi menegaskan bahwa hanya gagasan cerdas yang boleh ditransaksikan dalam ruang-ruang politik demi kemajuan bangsa.
Seluruh kader diharapkan bergerak dalam satu komando yang jelas serta tidak mudah tergiur oleh kepentingan sesaat. Partai harus hadir sebagai pembawa solusi konkret atas berbagai problematika sosial yang melanda masyarakat saat ini.
“Kami ingin memastikan kader berkarakter kuat sehingga mampu membawa perubahan nyata bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.**















