Warga Kota Raja Lombok Timur Sulap Lapangan Kumuh Jadi Arena Standar Liga 3

Warga Desa Kota Raja bergotong royong memperbaiki Lapangan Rinjani agar memenuhi standar Askab PSSI untuk menjadi tuan rumah kompetisi Liga 3 Lombok Timur.

PorosLombok.com – Masyarakat Desa Kota Raja membuktikan kekuatan gotong royong dengan mentransformasi Lapangan Umum Rinjani yang sebelumnya terbengkalai menjadi stadion desa yang layak untuk menggelar kompetisi sepak bola resmi.

​Gerakan swadaya ini bukan sekadar urusan olahraga, melainkan upaya kolektif warga untuk memulihkan geliat ekonomi dan keramaian di desa mereka. Pembersihan batu serta penataan rumput dilakukan secara mandiri guna menarik perhatian penyelenggara liga.

​”Alhamdulillah antusias teman-teman atau masyarakat di Desa Kota Raja sangat antusias membersihkan lapangan ini,” ujar inisiator kegiatan Marwi Hidayat, Selasa (28/04/2026).

​Marwi menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat lintas generasi menjadi motor utama dalam proses renovasi ini. Para sesepuh sepak bola lokal turun langsung memberikan arahan agar setiap jengkal tanah di lapangan tersebut benar-benar aman bagi pemain.

​Warga menyadari bahwa kehadiran turnamen resmi seperti Liga 3 akan memberikan efek domino positif bagi pedagang kecil di sekitar arena. Oleh karena itu, sterilisasi kerikil dan penambahan tanah subur dilakukan tanpa menunggu bantuan dari pihak luar.

​”Kita gotong royongnya satu kali seminggu ini untuk mencapai yang standar dengan Askab,” katanya.

​Transisi dari lapangan kumuh menuju arena standar kompetisi kini sudah mencapai tahap yang menggembirakan. Geliat ini menjadi sinyal kuat bagi Askab PSSI Lombok Timur bahwa Kota Raja sangat siap dari sisi infrastruktur maupun dukungan sosial.

​Setiap Minggu pagi, suasana di Lapangan Rinjani kini berubah menjadi pusat aktivitas warga yang penuh dengan semangat perubahan. Komitmen ini ditunjukkan dengan memperbaiki permukaan tanah yang sudah mengeras atau cadas secara bertahap.

​”Setiap Minggu kita bersihkan ini untuk pembersihan, kalau ada kerikil di dalam harus kita bersihkan,” jelasnya.

​Melalui komunikasi intensif yang sudah dibangun dengan pihak asosiasi, warga berharap verifikasi lapangan dapat segera dilakukan. Mereka ingin memastikan bahwa jerih payah setiap pekan tersebut membuahkan hasil berupa penunjukan tuan rumah resmi.

​Kebangkitan gairah bola di Kota Raja kini tinggal menunggu lampu hijau dari otoritas sepak bola kabupaten. Keseriusan insan bola desa ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fasilitas bisa diatasi dengan kekompakan dan dedikasi yang tinggi.

​”Tiap Minggu itu kita sarankan sama teman-teman sebagai pengurus lapangan Rinjani Desa Kota Raja,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU