PorosLombok.com– Warga Desa Kalijaga Timur mengeluhkan kerusakan parah infrastruktur jalan kabupaten sepanjang 3 kilometer akibat hantaman lalu lintas armada pengangkut material tambang galian C, Selasa (26/5/2026).
Jalur utama tersebut memiliki peran penting sebagai urat nadi perekonomian daerah. Keberadaan akses ini menghubungkan langsung aktivitas mobilisasi masyarakat di tiga wilayah tangguh yakni Kecamatan Wanasaba, Aikmel, dan Labuhan Haji.
“Saat musim kemarau jalanan menjadi sangat berdebu dan mengganggu mobilitas,” ujar Kepala Desa Kalijaga Timur Hiswaton.
Hiswaton menegaskan hembusan polusi udara dari jalan yang hancur itu kini mulai mengancam kesehatan masyarakat sekitar. Saban hari penduduk terpaksa menghirup udara kotor akibat aktivitas logistik tambang yang tak terkendali.
Kondisi jalur lintas antar-kecamatan ini bakal berubah drastis menjadi kubangan air yang licin saat curah hujan tinggi. Kerawanan tersebut sering memicu kecelakaan tunggal karena pengendara sepeda motor kerap terperosok ke lubang dalam.
“Kasus gangguan saluran pernapasan pada warga meningkat belakangan ini,” katanya.
Kades membeberkan data resmi dari fasilitas medis tingkat pertama mengenai lonjakan dramatis pasien infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan yang mendominasi daftar berobat di Puskesmas.
Gelombang protes dari masyarakat sejatinya telah berulangkali meletup di sepanjang koridor utama tersebut. Massa yang frustrasi sempat nekat menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk sindiran atas pembiaran area publik.
“Kami sudah mengirimkan surat dan proposal ke Pemerintah Kabupaten,” ujarnya.
Aparatur desa juga telah memfasilitasi jalur diplomasi resmi dengan melayangkan dokumen permohonan bantuan infrastruktur ke tingkat daerah. Namun, dokumen administratif tersebut hingga kini belum membuahkan tindakan konkret di lapangan.
Pemerintah desa mendesak jajaran eksekutif kabupaten agar segera memasukkan agenda pengaspalan ulang ini ke dalam skala prioritas anggaran perubahan. Pembenahan total pada ruas Bagek Nyaka dinilai sudah sangat mendesak.
“Kerusakan jalan ini sudah terjadi selama hampir puluhan tahun,” pungkasnya.*
















