Al Ummah Foundation Bangun Masjid Ponpes Al-Furqan Greneng

Al Ummah Foundation dan donatur Arab Saudi membangun masjid Ponpes Tahfiz Al-Furqan Greneng Lombok Timur guna mendukung fasilitas pendidikan Al-Qur'an dan kawah candradimuka qari.

PorosLombok.com – Yayasan Al Ummah Foundation Indonesia menyalurkan bantuan fasilitas ibadah untuk Pondok Pesantren Tahfiz Al-Furqan Desa Greneng guna memperkuat sarana pendidikan keagamaan di Kabupaten Lombok Timur, Senin (21/7/2026).

“Alhamdulillah pada hari ini kita melanjutkan bantuan program pembangunan prasarana ibadah di Pondok Pesantren Tahfiz Al-Furqan di Greneng,” ujar Ketua Al Ummah Foundation, Ustaz Zamroni.

Bantuan fisik pembangunan masjid tersebut berhasil direalisasikan berkat kemitraan Al Ummah Foundation Indonesia bersama donatur Arab Saudi. Peletakan batu pertama ini dihadiri Karo Kesra Setda NTB, Asisten II Setda Lombok Timur, Camat Sakra Timur, serta jemaah setempat.

“Pondok Pesantren Al-Furqan ini kami pilih karena Ustaz Abdurrahman merupakan pendiri dan pengasuh yang menjadi qari internasional kebanggaan Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Rekam jejak pengasuh pesantren yang pernah meraih juara satu tingkat internasional menjadi pertimbangan utama penyaluran program tersebut. Prestasi membanggakan tersebut dinilai perlu mendapat dukungan sarana pendukung yang memadai demi mencetak generasi penerus.

“Sebagai pengurus LPTQ provinsi, saya prihatin melihat prasarana dan fasilitas di beberapa pondok pesantren serta TPQ di NTB yang sangat terbatas,” ujarnya.

Kondisi minimnya sarana pendukung di berbagai wilayah mendorong gerakan nyata untuk mencari pendanaan alternatif dari luar negeri. Langkah ini dilakukan demi menghadirkan infrastruktur pendidikan Islam yang lebih layak, aman, dan representatif bagi para santri di pelosok NTB.

“Maka kami wadahi pondok pesantren seperti ini untuk menjadi pusat tilawah Al-Qur’an,” jelasnya.

Ketua yayasan yang juga menjabat Staf Khusus Bupati Lombok Timur Bidang Investasi dan Hubungan Internasional ini bergerak cepat menjaring pendanaan global. Terobosan ini menjadi solusi atas keterbatasan alokasi anggaran pemerintah daerah dalam menyentuh pesantren lokal.

“Kami mengambil inisiatif mencarikan program dari luar negeri sehingga memudahkan pendidikan dan pengajaran di pondok pesantren ini,” katanya.

Langkah penggalangan dana internasional dipandang sangat efektif untuk menutupi celah ketidakmampuan APBD dalam membiayai infrastruktur keagamaan. Skema kolaborasi global ini mempercepat pemerataan fasilitas belajar santri di pelosok daerah.

“Besar harapan kami setelah masjid ini terbangun maka tempat ini digunakan untuk training center menguatkan kualitas LPTQ,” ujarnya.

Pusat pelatihan tersebut diproyeksikan menjadi kawah candradimuka bagi pembinaan qari dan qariah berbakat di Lombok Timur. Kehadiran sarana yang representatif akan meningkatkan intensitas pembinaan tilawatil Al-Qur’an secara berkelanjutan.

“Ini harapan kami, semoga nanti di tempat-tempat lain lagi kami berikan program seperti ini,” jelasnya.

Program bantuan infrastruktur ini merupakan lokasi ke 64 yang disasar yayasan dalam upaya pemerataan prasarana ibadah di Lombok Timur. Pengelola berkomitmen akan terus menyisir pesantren yang membutuhkan uluran tangan dari dermawan mancanegara.

“Kami dari Al Ummah Foundation dan Staf Khusus Hubungan Internasional akan terus bergerak mencarikan dana alternatif,” katanya.

Pihak lembaga penerima manfaat menyambut penuh rasa syukur atas terealisasinya bantuan fisik bangunan ibadah tersebut. Fasilitas baru ini memang sudah sangat didambakan untuk mendukung efektivitas kegiatan belajar para santri setiap harinya.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Al Ummah Foundation Indonesia karena selama ini sangat berharap adanya masjid untuk mengkhususkan pelajaran Al-Qur’an,” ujar Pengasuh Ponpes Tahfiz Al-Furqan, Ustaz Abdurrahman.

Pengelola ponpes menegaskan bahwa ketersediaan tempat ibadah khusus ini akan dioptimalkan untuk berbagai kegiatan penunjang santri. Fokus pembelajaran tidak hanya terbatas pada hafalan kitab suci, melainkan juga pendalaman bahasa asing dan ilmu agama.

“Program ini sangat membantu visi misi kami yang telah dicanangkan untuk membangun generasi Qur’ani di Lombok Timur,” katanya.

Kualitas pembinaan di lembaga ini telah teruji hingga kancah internasional melalui berbagai raihan prestasi puncak. Kehadiran sarana baru dipastikan semakin memperkokoh peran ponpes sebagai pencetak generasi unggul perwakilan daerah dan nasional.

“Melalui fasilitas baru ini kami optimistis mampu melahirkan generasi-generasi terbaik yang akan mewakili daerah hingga level dunia,” ujarnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU