PPBL Bersama Al – Ummah Foundation Indonesia Salurkan Daging Kurban di Desa Loyok

PPBL bersama Al Ummah Foundation salurkan daging dari 110 kambing dan 24 sapi kurban donatur Malaysia-Singapura untuk lansia jompo dan madrasah di Lombok Timur guna pemerataan gizi.

PorosLombok.com – Pemuda Pemerhati Budaya Loyok bersama Al – Ummah Foundation Indonesia menyalurkan paket daging kurban menyasar puluhan warga lansia jompo di kawasan Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Rabu (27/5/2026).

Aksi kemanusiaan ini bersumber dari pengumpulan donasi masyarakat dua negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura. Langkah taktis tersebut diambil guna memastikan pemenuhan gizi pangan hewani bagi kelompok rentan merata di lingkar pedesaan.

“Program Kurban Al Ummah Foundation Indonesia ini sudah berjalan 14 tahun,” ujar Direktur Al Ummah Foundation Indonesia Ustaz Zamroni.

Zamroni menjelaskan bahwa konsistensi lembaga selama belasan tahun menjadi modal utama dalam menjaga kepercayaan para donatur internasional. Pihaknya berkomitmen memperluas daya jangkau penerima manfaat di setiap momentum Idul Adha.

Penyelenggara mengonfirmasi akumulasi jumlah hewan yang disembelih pada musim kali ini mengalami peningkatan signifikan. Hal ini tidak lepas dari meluasnya jaringan kemitraan dengan lembaga nonpemerintah di kawasan Asia Tenggara.

“Tahun ini ada tiga NGO yang kami ajak kerja sama,” katanya.

Tokoh yang juga menjabat Staf Khusus Bupati Lombok Timur Bidang Humas dan Investasi itu merincikan total logistik mencakup 110 ekor kambing. Selain itu, panitia mengelola 24 ekor sapi siap potong yang tersebar di beberapa titik.

Pendistribusian komoditas ini tidak hanya berpusat di satu wilayah, melainkan menyasar wilayah Mamben. Langkah perluasan sebaran ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan konsumsi daging segar di daerah pinggiran yang sulit dijangkau.

“Hewan kurban ini dibagikan ke masyarakat Mamben dan beberapa madrasah,” jelasnya.

Fasilitas keagamaan lain seperti pondok pesantren dan masjid di bawah binaan yayasan turut menerima alokasi paket secara proporsional. Manajemen menerapkan pengawasan ketat agar proses pemotongan memenuhi standar higienis.

Respons positif mengalir dari kelompok pemuda lokal yang mengawal langsung jalannya pembagian logistik di lapangan. Sukarelawan mendatangi rumah warga jompo satu per satu guna menjaga martabat para penerima santunan.

“Kami sengaja mengantarkan langsung bantuan ini secara door to door ke rumah warga,” kata Ketua PPBL Amrullah.

Amrullah menyatakan bahwa sistem senyap dari rumah ke rumah ini sengaja dipilih untuk menghindari antrean panjang yang melelahkan bagi para lansia. Langkah fisik tersebut memastikan bahwa paket makanan sampai langsung ke tangan yang tepat tanpa perantara.

Kolaborasi strategis ini diakui sangat membantu program pemenuhan pangan komunitas adat di desa wisata. Kehadiran pasokan protein tersebut menghadirkan kebahagiaan nyata bagi warga kurang mampu yang jarang mengonsumsi daging.

“Semoga sinergi ini tetap terjalin kuat untuk membantu orang tua kita,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU