Mandiri dan Swadaya Warga Gubuk Petak Kotaraja Sukses Gelar Kurban Perdana

Masyarakat Gubuk Petak, Kotaraja sukses gelar penyembelihan 3 sapi kurban perdana secara swadaya. Melalui sistem tabungan bergilir, 650 paket daging didistribusikan langsung ke warga.

PorosLombok.com – Masyarakat Gubuk Petak, Dusun Dasan Petung, Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Lombok Timur secara mandiri menggelar penyembelihan tiga ekor sapi kurban untuk pertama kalinya, Kamis (28/5/2026).

Aksi kemanusiaan ini lahir dari inisiasi swadaya kelompok masyarakat yang berkomitmen memperkuat kepedulian sosial saat Idul Adha. Langkah taktis tersebut sekaligus menjadi wadah bagi warga dalam mempermudah pelaksanaan ibadah.

“Kelompok kami total beranggotakan empat puluh dua orang,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Mawardi.

Mawardi menjelaskan bahwa puluhan peserta tersebut dipersatukan oleh visi kemanusiaan yang sama demi membantu sesama. Manajemen kepanitiaan dibentuk secara terstruktur guna memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan akuntabel.

Sistem giliran berkala diterapkan demi menjaga keberlanjutan program dan meringankan beban finansial anggota kelompok. Skema ini membagi kepesertaan secara adil ke dalam dua gelombang pelaksanaan yang berkesinambungan.

“Tahun ini dua puluh satu orang dulu yang berkurban,” katanya.

Pihak panitia memastikan sisa anggota yang belum mendapat giliran musim ini otomatis masuk daftar prioritas utama tahun depan. Pola tabungan gotong royong ini dinilai efektif menjadi solusi stimulan ibadah tahunan.

Antusiasme warga lokal terlihat sangat tinggi saat bergotong royong menyiapkan lokasi pemotongan hewan kurban. Panitia dengan sigap menyebarkan 650 lembar kupon konsumsi kemasan daging segar kepada penerima manfaat.

“Sasaran utama distribusi meliputi anak yatim dan lansia,” jelasnya.

Kelompok masyarakat kurang mampu di wilayah Dusun Dalem Lauk juga dipastikan mendapat jatah logistik pangan hewani tersebut. Tim kurir bergerak membagikan paket langsung guna menghindari antrean yang berdesakan.

Langkah perdana komunitas lingkar pedesaan ini berhasil membangkitkan kembali urat nadi kearifan lokal di tingkat akar rumput. Solidaritas organik yang tercipta menjadi modal sosial penting bagi pembangunan wilayah.

“Tahun depan dua puluh satu orang sisanya dijadwalkan berkurban,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU