FORMASTIM Salurkan Paket Qurban Bareng 2026 di Dusun Ujung Betok

FORMASTIM menyalurkan paket daging Qurban 2026 kepada ratusan keluarga prasejahtera di pesisir Dusun Ujung Betok, Lombok Timur, guna mengintervensi pemenuhan gizi di wilayah terpencil.

PorosLombok.com – Forum Mahasiswa Lombok Timur menggelar aksi sosial keagamaan dengan membagikan paket daging kepada ratusan keluarga prasejahtera di kawasan pesisir Dusun Ujung Betok, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Kamis (28/5/2026).

Langkah nyata ini diinisiasi oleh Bidang Sosial Lingkungan guna mengintervensi pemenuhan gizi pangan di wilayah terpencil. Mahasiswa bergerak memetakan sasaran kelompok rentan agar distribusi logistik berjalan tepat sasaran.

“Ini adalah momentum untuk memperkuat nilai keikhlasan dan kepedulian,” ujar Ketua Panitia Ana Mardiana.

Mardiana menjelaskan bahwa agenda ini dirancang untuk melampaui batas seremonial tahunan organisasi. Pihaknya berkomitmen menanamkan kepekaan emosional civitas akademika terhadap ketimpangan sosial di lingkar pedesaan.

Para fungsionaris meyakini kehadiran pemuda di tengah pemukiman terisolasi mampu mengembalikan gairah gotong royong yang mulai pudar. Seluruh tahapan pengerjaan logistik melibatkan partisipasi aktif dari warga setempat.

“Semangat berbagi ini harus terus hidup dalam keseharian kita,” katanya.

Ia mengonfirmasi bahwa nilai-nilai pengabdian yang tertanam selama proses di lapangan akan menjadi cetak biru karakter anggota. Pemuda diharapkan konsisten menjadi penyambung lidah masyarakat marjinal.

Manajemen penggalangan dana dilakukan secara mandiri lewat jaringan kemitraan publik selama beberapa bulan terakhir. Komitmen tinggi ini teruji saat para kader rela mengorbankan waktu libur personal mereka.

“Kami ingin hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujar Ketua Umum FORMASTIM Sofansyah Aldin Nunasiha.

Nunasiha menegaskan bahwa esensi perayaan kali ini terletak pada bobot pengorbanan para relawan di garis depan. Kehadiran fisik mahasiswa menjadi jawaban atas kerinduan warga terhadap kepedulian elemen intelektual.

Banyak anggota organisasi yang sengaja menunda kepulangan ke kampung halaman demi mengawal agenda kemanusiaan ini. Mereka memilih melebur bersama komunitas adat yang sudah bertahun-tahun absen melaksanakan penyembelihan.

“Rekan-rekan rela tidak merayakan hari raya bersama keluarga,” katanya.

Pilihan sosiologis tersebut mendapat respons emosional yang sangat positif dari para tokoh pimpinan wilayah setempat. Kehadiran figur muda dinilai membawa angin segar bagi dinamika komunal di dusun terjauh.

Aparatur pemerintahan tingkat bawah mengapresiasi daya juang finansial panitia dalam menembus keterbatasan fasilitas pendukung. Pola komunikasi dua arah yang cair mempermudah proses verifikasi data penerima kupon.

“Kami sangat berterima kasih dengan program adik-adik mahasiswa,” ujar Kepala Dusun Ujung Betok yang enggan dimandatkan namanya.

Pimpinan wilayah tersebut berharap model gerakan inklusif seperti ini dapat diadopsi oleh organisasi kepemudaan lain secara berkelanjutan. Sinergi ini efektif memicu masuknya bantuan sekunder ke area terluar.

“Semoga tahun depan jumlah hewan yang disembelih semakin melimpah,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU