PorosLombok.com – Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Lombok Timur terus menggencarkan sosialisasi program ibadah kurban 1447 Hijriah dengan menggandeng seluruh elemen strategis hingga tingkat kecamatan dan desa.
Langkah masif ini sengaja digulirkan untuk mengoptimalkan penyerapan dana serta memperluas jangkauan syiar Islam di tengah masyarakat luas. Rapat koordinasi intensif antarlini kini mulai berjalan ketat, Senin (11/5/2026).
“Sosialisasi kita lakukan lewat spanduk, banner, baliho yang dipasang di titik strategis seluruh kecamatan,” ujar Kepala Bagian Pengumpulan BAZNAS Lombok Timur Mirwan.
Mirwan menjelaskan bahwa timnya juga mengoptimalkan pemanfaatan platform media sosial secara berkala. Strategi digital ini diadopsi agar pesan edukasi mengenai kemudahan berkurban dapat merasuk ke semua lapisan generasi netizen.
Lembaga ini secara khusus menginstruksikan jajaran Unit Pengumpul Zakat Kecamatan untuk aktif bergerak ke klaster komunal. Para petugas diminta turun langsung menyisir area rumah ibadah demi menyampaikan keunggulan program.
“Berkurban di BAZNAS insyaallah lebih amanah dan tepat sasaran,” tegas Ketua BAZNAS Lombok Timur H. M. Kamli.
Kamli menjamin seluruh proses penyembelihan hingga distribusi daging akan menyasar para mustahik yang benar-benar membutuhkan di pelosok daerah. Fokus penyaluran diprioritaskan bagi warga di kawasan terpencil yang jarang tersentuh bantuan.
Tokoh agama ini juga mengimbau para kaum aghnia serta dermawan untuk ikut menyisihkan sebagian rezeki mereka. Gerakan kepedulian sosial ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat di sektor peternakan lokal.
“Langkah sosialisasi masif ini juga menjadi bagian dari realisasi pengumpulan dana Off Balance Sheet,” katanya.
Ia membeberkan bahwa program ini terintegrasi langsung dengan target capaian performa lembaga di level nasional yang dipatok menembus angka Rp130 miliar. Kontribusi aktif dari daerah menjadi kunci utama suksesnya agenda tersebut.
Guna mempermudah transaksi, pihak panitia kini menyediakan loket pelayanan manual di kantor sekretariat maupun sistem transfer digital. Masyarakat diberikan kebebasan memilih komoditas hewan ternak dengan harga kompetitif.
“Masyarakat dapat memilih hewan kurban sapi maupun kambing dengan harga yang kompetitif,” pungkasnya.*















