Ribuan Calon Taruna Berebut Kursi Politeknik Agraria STPN

Kementerian ATR/BPN menggelar seleksi berbasis komputer untuk Politeknik Agraria STPN di Cikeas dan Yogyakarta, diikuti 2.114 peserta guna menjaring pengelola pertanahan unggul.

PorosLombok.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN untuk menjaring bibit unggul pengelola pertanahan di Cikeas pada Kamis (2/7/2026). Calon taruna asal Bandung Aditya Rahman membuka suara.

“Saya tetap semangat dan optimis dalam mengikuti ujian kali ini karena ingin mengabdi untuk negara,” katanya.

Pemuda berusia 17 tahun ini memilih Program Studi Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan demi mendalami pengelolaan tata ruang nasional. Ia menilai Indonesia memiliki potensi wilayah sangat besar yang membutuhkan sentuhan profesional terdidik. Calon taruna ini kembali melempar argumennya.

“Sangat disayangkan jika potensi wilayah yang melimpah ini tidak dimanfaatkan dengan baik oleh generasi muda,” ujarnya.

Panitia mencatat sebanyak 2.114 peserta bersaing ketat memperebutkan kursi pendidikan kedinasan ini. Ujian tertulis berbasis komputer tersebut menguji kemampuan akademik dasar, termasuk pemahaman logika spasial. Aditya Rahman menceritakan pengalamannya usai keluar dari ruang ujian.

“Sebagian besar materi yang diujikan masih sesuai dengan apa yang telah saya pelajari selama ini,” jelasnya.

Peserta dituntut fokus penuh karena lembar soal banyak menggunakan model narasi panjang yang menjebak. Persaingan ketat ini tidak hanya didominasi kaum adam, namun juga diramaikan oleh pendaftar perempuan. Calon taruni asal Karawang Malika Putri Aprilia Permana memberikan pandangannya.

“Saya memilih Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah karena sangat dekat dengan masyarakat,” katanya.

Gadis berusia 18 tahun tersebut menilai sektor agraria sebagai fondasi utama dalam roda kehidupan manusia. Keinginan kuat mempelajari regulasi hukum pertanahan mendorong dirinya aktif berdiskusi dengan para alumni angkatan atas. Calon taruni tangguh ini melanjutkan penjelasannya.

“Semua kegiatan manusia berawal dari tanah dan pada akhirnya akan kembali lagi ke rahim tanah,” ujarnya.

Malika meluangkan waktu khusus untuk melahap latihan soal ujian kedinasan secara konsisten setiap malam sejak duduk di kelas dua belas. Persiapan matang tersebut terbukti ampuh mendongkrak rasa percaya diri saat berhadapan dengan ribuan kompetitor. Calon taruni ini membeberkan rahasianya.

“Belajar rutin setiap hari merupakan kunci utama untuk menguasai materi matematika dan pengetahuan umum,” jelasnya.

Lokasi tes tahun ini tersebar di dua titik strategis yaitu Yogyakarta dan pusat pendidikan Cikeas Bogor. Tahapan krusial berikutnya meliputi verifikasi berkas asli, uji kesamaptaan fisik, serta wawancara kompetensi. Malika Putri Aprilia Permana menegaskan sikap mentalnya menghadapi tes.

“Tantangan terbesar dalam seleksi ini bukan berasal dari rumitnya soal ujian yang diberikan panitia,” katanya.

Kementerian ATR/BPN memastikan seluruh proses rekrutmen taruna baru berjalan bersih, transparan, dan bebas dari praktik kecurangan. Sistem gugur langsung diterapkan demi menjaga mutu lulusan institusi. Calon taruni berprestasi tersebut menutup pernyataan resminya dengan penuh keyakinan.

“Bagaimana saya bisa mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri membuat saya harus tetap optimis,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU