Kado Manis Maulid Nabi, Bupati Lombok Timur Janjikan Jalan Mulus dan BPJS Rp143 M

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin memaparkan program jalan mulus 2030 dan lonjakan anggaran BPJS Kesehatan Rp143 miliar pada 2026 saat menghadiri Maulid Nabi di Yayasan Yadinu Masbagik.

PorosLombok.com – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin memanfaatkan momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Yayasan Yadinu Masbagik untuk membeberkan agenda besar pembangunan daerah pada Rabu (26/8/2026).

“Pemerintah Kabupaten Lombok Timur akan merayakan Hari Jadi ke-131 pada 31 Agustus mendatang dengan merujuk Staatblad Nomor 181 Tahun 1895,” ujarnya.

Peringatan momen bersejarah daerah tersebut tidak sekadar menjadi ritual tahunan, melainkan pijakan utama untuk memacu pemerataan ekonomi warga. Guna menyemarakkan peringatan tersebut, pemerintah daerah menyiapkan pesta rakyat mulai dari pengajian akbar Tuan Guru Bajang hingga bazar UMKM.

“Hari Jadi Lombok Timur harus menjadi momentum untuk mengenang sejarah sekaligus memperkuat semangat pembangunan daerah,” katanya.

Sektor infrastruktur menjadi sorotan utama pemerintah daerah yang bertekad menuntaskan seluruh perbaikan jalan kabupaten secara bertahap. Penanganan jalan rusak di kawasan sentra pertanian ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2030 guna mendukung kelancaran distribusi hasil panen warga.

“Jalan sangat penting karena Lombok Timur merupakan salah satu kabupaten penyangga pangan. Infrastruktur menjadi dasar utama mempercepat pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Pemerintah daerah juga mengandalkan dana zakat warga untuk memperkuat jaminan sosial bagi para pekerja rentan di tingkat pedesaan. Kolaborasi bareng Baznas ini membuahkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat penerima manfaat yang tergolong dalam kriteria asnaf.

“Pengumpulan zakat dari para muzaki harus dimaksimalkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang berhak,” terangnya.

Langkah strategis ditunjukkan pemerintah daerah pada sektor kesehatan dengan mengucurkan dana jaminan kesehatan masyarakat hingga Rp143 miliar pada 2026. Angka tersebut melonjak drastis dibanding alokasi anggaran tahun 2025 yang sebelumnya berada pada kisaran Rp98 miliar.

“Pemerintah adalah pelayan masyarakat. Karena itu, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat harus maksimal,” tegasnya.

Komitmen besar pemerintah daerah di bidang sosial dan kesehatan tersebut mendapat sambutan hangat dari pengelola lembaga pendidikan berbasis keagamaan di daerah. Pihak yayasan menilai pemenuhan hak dasar warga sangat sejalan dengan misi pembentukan karakter generasi muda di pondok pesantren.

“Yayasan Yadinu saat ini mengelola 11 lembaga pendidikan termasuk pondok pesantren yang tersebar di tiga kecamatan,” ungkap Ketua Umum Yayasan Yadinu H. Ansorullah.

Sebaran fasilitas pendidikan Islam tersebut melingkupi wilayah Kecamatan Masbagik sebanyak tujuh lembaga, Pringgasela tiga lembaga, dan Wanasaba satu lembaga. Keberadaan basis pendidikan ini menjadi tumpuan utama masyarakat dalam mencetak generasi Islam yang berdaya saing tinggi.

“Seluruh lembaga kami membina sekitar 1.532 santri dengan dukungan penuh dari 190 orang tenaga pendidik,” bebernya.

Kemeriahan peringatan hari besar Islam di kompleks pesantren tersebut dipungkasi dengan aksi kepedulian sosial yang menyasar puluhan anak yatim piatu. Aksi sosial ini menjadi bukti nyata hadirnya kepedulian bersama di tengah perayaan momentum keagamaan warga.

“Sebanyak 73 anak yatim dan piatu menerima santunan secara simbolis pada perayaan Maulid Nabi kali ini,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU