PorosLombok.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi menggandeng jajaran TNI untuk mengawal akselerasi pengentasan kemiskinan ekstrem sekaligus memulihkan kawasan hutan yang rusak di wilayah Sembalun pada Kamis (27/8/2026).
“Saya ingin menyampaikan apresiasi yang sedalam-dalamnya kepada seluruh Babinsa kita. Mereka berada di garis terdepan dalam urusan kemasyarakatan dan teritorial,” kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Orang nomor satu di NTB tersebut menilai bahwa posisi Babinsa sangat strategis karena menjadi representasi kehadiran negara yang paling dekat dengan kehidupan warga desa sehari-hari.
“Ketika masyarakat kehilangan rasa aman, yang mereka harapkan adalah Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang berada di lapangan. Banyak daerah kita yang sudah kehilangan tokoh-tokoh di desa. Karena itu, kehadiran mereka menjadi sangat penting bersama masyarakat,” ujarnya.
Sinergi ini difokuskan untuk mengawal Program Desa Berdaya yang mengintegrasikan peran pemerintah, dunia usaha, hingga lembaga sosial demi menekan angka kemiskinan secara efektif.
“Saya sebagai putra daerah dan sebagai Gubernur memohon dukungan dari teman-teman Dansat melalui Babinsa di lapangan. Tolong bantu saya mengawal Desa Berdaya dan ikhtiar kita bersama untuk melepaskan masyarakat NTB dari kemiskinan, khususnya miskin ekstrem,” terangnya.
Selain persoalan kemiskinan, kerusakan lingkungan hidup seperti yang terjadi di wilayah Bima dan Dompu juga menjadi perhatian mendesak untuk segera ditangani bersama.
“Tidak ada pilihan sekarang selain melakukan penanaman pohon kembali dan menyelamatkan area-area hutan. Kalau masyarakat membutuhkan penghasilan jangka pendek, silakan menanam jagung atau palawija, tetapi dapat ditumpangsarikan dengan pohon-pohon yang menghasilkan dalam jangka panjang,” paparnya.
Pola pertanian tumpang sari dinilai sebagai solusi ideal agar kebutuhan ekonomi masyarakat tetap terpenuhi tanpa mengorbankan kelestarian kawasan hutan yang ada.
“Kalau kita ingin membuat NTB menjadi makmur mendunia, salah satu jalan utamanya adalah menyelesaikan kemiskinan. Saya titipkan NTB kepada teman-teman Babinsa. Mari kita kawal bersama ikhtiar ini untuk masyarakat,” tambahnya.
Menanggapi harapan Pemprov NTB, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto langsung menginstruksikan seluruh komandan satuan untuk menguasai peta wilayah kerja mereka secara mendalam.
“Laporan NTB harus nihil asap dan api. Para komandan cek betul wilayah masing-masing,” tegas Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto.
Penguasaan wilayah dinilai sangat krusial agar jajaran TNI di lapangan mampu mendeteksi potensi bencana alam serta menghimpun informasi secara cepat dan akurat.
“Para komandan satuan harus terus menguasai kondisi wilayah masing-masing dan memastikan situasi tetap kondusif,” katanya.
Pangdam menekankan pentingnya respons cepat prajurit dalam mengantisipasi ancaman potensi kebakaran hutan dan lahan yang kerap melanda sejumlah daerah rawan.
“Penguasaan wilayah juga menjadi kunci untuk memperoleh informasi secara cepat dan akurat, terutama dalam menghadapi situasi kebencanaan,” lanjutnya.
Ketangguhan Babinsa di lapangan diharapkan menjadi penopang utama dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung program pembangunan sosial kemasyarakatan.
“Jajaran TNI siap bergerak membantu pemerintah daerah dalam memetakan persoalan warga di tingkat bawah,” jelasknya.
Kolaborasi erat antara institusi TNI dan pemerintah daerah diharapkan membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan serta keselamatan lingkungan di seluruh wilayah NTB.
“Kami akan terus memperkuat barisan di lapangan demi memastikan seluruh program pro-rakyat berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.*

















