PorosLombok.com – Bank NTB Syariah terus menggenjot akselerasi inklusi keuangan digital di pasar tradisional Kota Mataram dengan mengoperasikan fasilitas Pojok Bank NTB Syariah (Pojok NTBS) di Pasar Pagesangan sejak awal Agustus 2026.
“Layanan Pojok NTBS di Pasar Pagesangan yang beroperasi sejak awal Agustus ini hadir untuk memberikan kemudahan nyata bagi para pedagang,” kata Sub Branch Manager Bank NTB Syariah Kantor Cabang Pagesangan, Satriawan.
Langkah strategis ini menjadi pijakan pasti dalam menghadirkan layanan perbankan berbasis syariah yang modern dan inklusif langsung di pusat aktivitas ekonomi harian para pedagang.
“Kami melakukan pendampingan jemput bola agar transaksi harian pedagang semakin praktis melalui QRIS, setoran tunai aman, dan akses solusi pembiayaan UMKM syariah tanpa harus meninggalkan lapak berdagang mereka,” jelasnya.
Melalui titik layanan terpadu ini, para pedagang tidak hanya mendapatkan kemudahan akses transaksi non-tunai, tetapi juga memperoleh edukasi finansial intensif serta pendampingan langsung untuk optimalisasi aplikasi mobile banking RIMO (Rinjani Mobile).
“Fitur utama yang kami hadirkan mencakup akselerasi pendaftaran dan pencetakan QRIS, aktivasi RIMO, hingga konsultasi pembiayaan usaha mikro secara fleksibel,” ujarnya.
Menanggapi ekspansi perbankan digital ini, pihak pengelola Pasar Pagesangan menyambut positif integrasi teknologi yang mempermudah alur transaksi jual beli para pedagang di kawasan pasar.
“Kehadiran layanan perbankan langsung di dalam pasar membuat pedagang merasa lebih aman dalam menyimpan uang hasil penjualan harian mereka,” kata Perwakilan Pengelola Pasar Pagesangan, Ahmad.
Sistem pembayaran non-tunai berbasis digital ini terbukti mempercepat arus transaksi tunai pedagang sekaligus menekan risiko penipuan uang palsu di lapak-lapak pedagang pasar.
“Pedagang kini jauh lebih percaya diri melayani pembeli yang ingin bertransaksi non-tunai menggunakan pemindaian kode QRIS dari ponsel pintar,” terangnya.
Pengoperasian Pojok NTBS di Pasar Pagesangan ini sekaligus melengkapi jaringan digitalisasi pasar yang diusung Bank NTB Syariah di kawasan Kota Mataram, setelah sebelumnya sukses diterapkan di titik strategis seperti Pasar Dasan Agung dan Pasar ACC Ampenan.
“Kami berharap kolaborasi digitalisasi ini mampu memperkuat daya saing pasar tradisional di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital saat ini,” pungkasnya.*

















