PorosLombok.com — Kafilah Nusa Tenggara Barat berhasil menembus posisi sembilan besar pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah. Daerah ini mengumpulkan 34 poin dan melonjak drastis dari ajang sebelumnya yang berada di urutan ke-18.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda NTB sekaligus Ketua Kafilah NTB, H. Amir, S.Pd., M.M., menilai hasil tersebut membanggakan. Penurunan raihan sempat terjadi pada beberapa edisi terakhir, padahal sebelum era 2000-an daerahnya selalu menghuni papan atas nasional.
“Terakhir tahun 2016 ketika NTB menjadi tuan rumah, kita berada di peringkat empat. Setelah itu prestasi kita menurun. Alhamdulillah pada MTQ Nasional ke-31 ini NTB mampu kembali masuk 10 besar dengan berada di peringkat sembilan,” katanya.
Persiapan matang menjadi pendorong utama lonjakan raihan tahun ini. Seluruh peserta mengikuti pembekalan intensif melalui program training center selama 38 hari. Langkah penanganan matang ini belum pernah dilakukan pada ajang sebelumnya guna mematangkan mental tanding.
Langkah penguatan kapasitas peserta ini berkat dorongan penuh dari Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal. Pembinaan qari dan qariah kini terus difokuskan bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an serta pemerintah kabupaten maupun kota.
“Tahun ini persiapannya berbeda. Komitmen Pak Gubernur untuk memajukan MTQ dan memperkuat kembali pembinaan qari-qariah serta hafiz-hafizah kita begitu kuat. Untuk kali pertama, kita adakan TC. Tak tanggung-tanggung, TC berlangsung selama 38 hari,” ujarnya.
Kerja keras seluruh jajaran membuahkan hasil manis pada babak final. Delapan utusan daerah sukses menorehkan nama di barisan pemenang untuk berbagai cabang perlombaan yang diselenggarakan di Jawa Tengah tersebut.
Khairunnisa meraih Juara I Qira’at Mujawwad Dewasa Putri, sedangkan Ahmad Masyhun menyabet Juara II Tafsir Bahasa Arab. Posisi Juara III diraih Maesarah pada cabang Tilawah Dewasa Putri dan Nihla Hudya Alnaisa di cabang Tilawah Anak-Anak Putri.
Empat peserta lain menyumbang poin dari kategori harapan. Taqwa Hikmatullah meraih Harapan I Hafalan 10 Juz, M. Haikal Afad menduduki Harapan II Hafalan 30 Juz, Ahmad Kodri memegang Harapan III Qira’at Dewasa Putra, serta Holis Susabri dapat Harapan III Tilawah Remaja.
Pola penyaringan peserta kini menerapkan sistem bertahap yang ketat dari tingkat paling bawah. Penjaringan dimulai dari tingkatan desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi untuk menyaring talenta lokal terbaik secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah menganggap hasil akhir ini sebagai pijakan awal menuju kejayaan masa lalu. Keberhasilan masuk jajaran sepuluh besar bakal dimanfaatkan untuk memperkuat program pembinaan jangka panjang di seluruh wilayah.
“Prestasi ini tidak lepas dari pembinaan yang semakin baik dan kontinu dalam menyiapkan qari-qariah dan hafiz-hafizah oleh LPTQ dan pemerintah kabupaten/kota, serta seleksi yang ketat secara berjenjang mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan seterusnya,” pungkasnya.*


















