PorosLombok.com — Bank NTB Syariah memperkuat komitmen kelestarian pesisir melalui aksi hijau penanaman pohon mangrove di kawasan Ekowisata Paremas, Kabupaten Lombok Timur, Senin (27/7).
Langkah ini digelar untuk memperingati Hari Mangrove Sedunia sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-62 bank daerah tersebut. Direktur Teknologi Informasi Bank NTB Syariah, Rully Feranata, hadir memimpin langsung aksi peduli lingkungan ini bersama jajaran manajemen.
“Kegiatan penanaman dan pelestarian mangrove pada hari ini terasa sangat istimewa bagi kami seluruh keluarga besar bank,” ujarnya.
Rully Feranata menjelaskan bahwa penanaman vegetasi pantai ini menjadi wujud kontribusi nyata institusinya dalam mendukung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Memasuki usia ke-62 tahun, perbankan syariah ini tidak hanya berfokus pada ekspansi bisnis keuangan dan inovasi layanan digital, tetapi juga memprioritaskan keseimbangan ekosistem alam.
“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan lembaga ini berjalan selaras dengan kelestarian alam dan lingkungan sekitar,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa hutan mangrove memiliki peran yang sangat strategis sebagai benteng pertahanan alami dari abrasi pantai. Selain mampu menyerap emisi karbon secara efektif, keberadaan ekosistem bakau yang lestari juga terbukti menjadi penopang utama roda perekonomian masyarakat pesisir di Nusa Tenggara Barat.
“Semangat keberlanjutan ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi erat dari seluruh pemangku kepentingan secara konsisten,” katanya.
Manajemen perbankan berharap aksi penghijauan ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi generasi mendatang. Kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai kunci utama dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir agar tetap hijau dan produktif.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai langkah nyata dalam menjaga serta merawat bumi demi masa depan,” tambahnya.
Di sisi lain, kolaborasi hijau ini terlaksana berkat sinergi bersama organisasi nirlaba Coral Reef Care, Indonesia Biru Foundation (IBF), serta Yayasan Bale Mangrove Lombok. Ketua Yayasan Bale Mangrove Lombok, Lukman Waluyo, menyambut hangat inisiatif serta kepedulian tinggi dari jajaran perbankan syariah tersebut dalam menyelamatkan wilayah pesisir Paremas.
“Dukungan dunia perbankan memberikan dorongan semangat besar bagi para aktivis lingkungan di daerah,” katanya.
Lukman Waluyo mengungkapkan bahwa pemulihan ekosistem laut memerlukan kerja sama inklusif yang melibatkan akademisi, pemerintah daerah, dan komunitas lokal. Penanaman bibit mangrove ini menjadi titik awal dari program edukasi literasi kelautan serta pemberdayaan ekonomi berbasis ekowisata bagi warga setempat.
“Kawasan Paremas memiliki potensi ekowisata luar biasa yang wajib kita rawat bersama seluruh elemen,” jelasnya.
Selanjutnya, pihak yayasan bersama mitra konservasi NGO berkomitmen untuk terus memantau pertumbuhan bibit bakau yang telah ditanam. Perawatan berkala akan dilakukan secara bergotong royong agar tingkat keberhasilan tumbuh tanaman mangrove mencapai hasil maksimal.
“Penanaman ini tidak berhenti di sini saja, tetapi akan dilanjutkan dengan pemeliharaan rutin,” ujarnya.
Aksi bersama ini turut disaksikan oleh perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BPDAS Dodokan Moyosari, serta tokoh masyarakat setempat. Sinergi berkelanjutan ini diharapkan dapat menginspirasi berbagai pihak lain untuk terus memperluas kawasan konservasi pesisir di Nusa Tenggara Barat.
“Sinergi bersama ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian pada bumi bisa diwujudkan secara bergotong royong,” pungkasnya.*

















