(PorosLombok.com) – Massifnya pemberitaan yang bersifat negatif hingga menjadi trending topik di jagad dunia maya dalam beberapa hari terakhir membuat owner BWS Nusantara Group, Baiq Widya Swandika Rinjani, menjadi syok hingga mengalami gangguan kesehatan.
Betapa tidak, terdapat tiga jenis produk WBS, berdasarkan rilis BPOM pada bulan Maret 2025, mengandung zat kimia jenis merkuri yang berbahaya bagi kulit.
Menanggapi kekisruhan itu, Direktur WBS Nusantara Group, M. Ali Nusantara, yang didampingi Owner WBS yang juga merupakan istrinya Baiq Widya Swandika Rinjani menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas dampak yang ditimbulkan kepada konsumen dan kepada masyarakat secara umum.
“Kami masyarakat yang berasal dari kampung yang jauh dari hingar bingar sorotan kamera, kami syok melihat kondisi ini. Atas kejadian ini kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua masyarakat,” ungkap M. Ali dengan tulus, Kamis ( 07/08 ).
Aly menambahkan, bahwa pihaknya tidak ada niatan untuk membohongi publik, terlebih WBS Sendiri bukan merupakan produsen melainkan distributor dari PT Amanah yang berlokasi di Makassar, sehingga produk yang dijual tidak diketahui memiliki kandungan zat berbahaya.
Bahkan jauh hari pihaknya diingatkan agar terus berkoordinasi dengan BPOM guna menghindari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, dan yang pasti pemeriksaan BPOM berdasarkan permintaan dari Owner sendiri sehingga ketika rilis tersebut dimunculkan secepat mungkin untuk menarik produk yang terlanjur beredar
“Saya punya orang tua selalu memberikan pesan agar berhati-hati, untuk usaha kosmetik minimal 3 bulan sekali minta BPOM melakukan pemeriksaan, dan sampai hari ini pesan itu masih kami jalankan. Dan ketika rilis dari BPOM keluar, sebisa mungkin kami tarik kembali,”ujarnya.
Tak sampai disitu, Owner WBS sendiri sempat di BAP oleh BPOM sehingga diberikan sanksi administrasi yang sangat tegas dengan menarik kembali sekaligus memusnahkan produk-produk yang telah dinyatakan mengandung bahan berbahaya itu.
“Dan waktu itu, owner sempat di BAP dari BPOM, dan selalu kooperatif, setelah melalui semua proses, bahwa WBS mendapatkan sanksi tegas denda administrasi, begitu sudah keluar BPOM bersama Dinas Kesehatan langsung melakukan pemusnahan,” akunya.
Sadar akan tindakannya merugikan banyak orang, WBS menegaskan akan siap bertanggungjawab baik secara moral maupun materil kepada semua orang baik reseller maupun konsumen.
“Sampai hari ini kami terbuka kepada semua reseller, dan yang memang merasa menjadi korban dari produk tersebut agar langsung ke kantor, dan kami siap bertanggungjawab,” ucapnya.
Diketahui juga, pada perusahaan WBS banyak keluarga yang menggantungkan hidupnya, sehingga Direktur berharap agar tidak mengaitkannya dengan siapapun selain dirinya.
“Banyak saudara kita yang bekerja disini, ini murni kesalahan kami, kami terbuka dan siap menerima keluhan untuk dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
(Anas/PorosLombok)














